Badan Amil Zakat Nasional atau BAZNAS RI menyalurkan 3.774 baju Lebaran untuk anak-anak Palestina yang berada di Gaza dan Yerusalem. Program bertajuk “Baju Lebaran untuk Anak-Anak Palestina” ini ditujukan untuk menghadirkan kebahagiaan di tengah situasi konflik yang masih membayangi kehidupan mereka menjelang hari raya.
Penyaluran bantuan dilakukan melalui mitra lokal agar pakaian baru tersebut benar-benar sampai kepada anak-anak yang paling membutuhkan. Skema distribusi langsung dipilih untuk memastikan bantuan dapat diterima tepat sasaran dan memberi manfaat nyata, terutama bagi mereka yang selama ini hidup dalam keterbatasan akses bantuan.
Deputi II BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, H. M. Imdadun Rahmat, menyebut bantuan ini tidak hanya bernilai material. Menurutnya, pakaian baru yang dikirimkan dari Indonesia merupakan simbol kasih sayang dan solidaritas, serta upaya menghadirkan senyum di wajah anak-anak Palestina yang sedang menjalani situasi sulit.
Imdadun menjelaskan, pemilihan Gaza dan Yerusalem sebagai lokasi distribusi didasarkan pada urgensi kebutuhan di wilayah tersebut. Keterbatasan akses bantuan membuat banyak keluarga hidup dalam tekanan berat, termasuk anak-anak yang semestinya bisa merasakan keceriaan sederhana saat menyambut Lebaran seperti anak-anak di tempat lain.
Program ini juga menjadi bagian dari transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun BAZNAS dari masyarakat Indonesia. BAZNAS menegaskan bahwa keberhasilan distribusi tersebut tidak lepas dari dukungan para donatur yang mempercayakan bantuannya melalui kanal resmi lembaga.
Selain program baju Lebaran, selama Ramadan 1447 Hijriah BAZNAS turut menyalurkan berbagai bantuan lain untuk Palestina. Bantuan itu mencakup paket makanan, layanan kesehatan, air bersih, tenda permukiman, selimut, tenda masjid, hingga tenda kelas bagi anak-anak di wilayah terdampak konflik. Artinya, dukungan yang diberikan tidak berhenti di momen seremonial, tetapi dirancang menjawab kebutuhan yang lebih luas.
Senyum anak-anak penerima manfaat menjadi gambaran paling jelas dari arti bantuan ini. Saat mereka mencoba pakaian baru yang dikirimkan rakyat Indonesia, terselip pesan bahwa mereka tidak dilupakan. Kadang harapan memang datang bukan dalam bentuk pidato besar, melainkan sehelai baju baru yang membuat seorang anak kembali merasa dihargai pada hari raya.
Melalui program ini, BAZNAS mengajak masyarakat Indonesia untuk terus memperkuat solidaritas kemanusiaan bagi Palestina. Setiap donasi yang disalurkan, menurut lembaga itu, bukan sekadar bantuan barang, tetapi juga bentuk dukungan moral bagi anak-anak dan keluarga yang sedang berjuang memulihkan kehidupan di tengah konflik yang belum usai.






