Leica dan Xiaomi Hadirkan Ponsel Kamera dengan Kontrol Manual Lebih Serius

Avatar photo

- Penulis Berita

Sabtu, 28 Maret 2026 - 09:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Leica dan Xiaomi Hadirkan Ponsel Kamera dengan Kontrol Manual Lebih Serius

Leica dan Xiaomi Hadirkan Ponsel Kamera dengan Kontrol Manual Lebih Serius

Kolaborasi Leica dan Xiaomi kembali memunculkan perangkat yang mencoba mengaburkan batas antara smartphone dan kamera profesional. Melalui Leica Leitzphone yang ditenagai Xiaomi, dua merek ini menawarkan pengalaman fotografi seluler dengan pendekatan yang jauh lebih serius, terutama bagi pengguna yang ingin kendali manual, karakter visual khas Leica, dan perangkat lunak yang dirancang untuk mendukung proses pemotretan dengan rasa yang lebih mendalam.

Secara tampilan, perangkat ini memang bisa mengingatkan orang pada smartphone flagship Xiaomi di kelas atas. Namun identitas Leica tetap dibuat menonjol melalui bahasa desain, pendekatan kamera, dan pengalaman pengguna yang lebih dekat dengan dunia fotografi dibanding sekadar ponsel biasa. Fokus utamanya bukan sekadar menang di spesifikasi lembar brosur, tetapi menciptakan pengalaman memotret yang terasa lebih personal dan taktis.

Salah satu elemen paling menonjol ada pada cincin lensa mekanis yang dipasang di bodi perangkat. Fitur ini cukup langka di dunia smartphone. Melalui cincin tersebut, pengguna bisa mengakses pengaturan penting secara cepat, seperti kecepatan rana, ISO, white balance, dan fokus manual. Sentuhan fisik seperti ini memberi sensasi yang lebih dekat ke kamera tradisional. Bagi penggemar fotografi, pengalaman memutar ring jelas punya rasa yang berbeda dibanding sekadar mengetuk layar berkali-kali.

Leica juga membawa sentuhan khasnya ke sisi perangkat lunak. Pengguna ditawarkan dua pendekatan visual utama, yaitu Leica Authentic dan Leica Vibrant. Selain itu, ada mode khusus yang meniru karakter tampilan kamera legendaris seperti Leica M9 untuk keseimbangan warna siang hari atau Leica M3 untuk nuansa hitam putih. Pendekatan ini menunjukkan bahwa kerja sama Leica dan Xiaomi tidak hanya berhenti di nama merek, tetapi masuk hingga ke interpretasi visual yang menjadi ciri penting Leica selama bertahun-tahun.

Fitur lain yang cukup menarik adalah kehadiran efek bokeh yang terinspirasi lensa ikonik seperti Summicron dan Noctilux. Dengan begitu, ponsel ini mencoba membawa rasa optik Leica ke dalam format mobile. Tentu, hasil smartphone tetap berbeda dengan kamera dan lensa kelas profesional yang sesungguhnya. Namun bagi banyak kreator konten, pendekatan seperti ini cukup menggoda karena menawarkan kemudahan mobilitas tanpa sepenuhnya melepaskan aspek artistik dalam fotografi.

Di tengah maraknya manipulasi gambar berbasis AI, perangkat ini juga mendukung Content Authenticity Initiative atau CAI. Fitur tersebut menambahkan metadata yang membantu menunjukkan asal-usul serta kondisi pembuatan sebuah gambar. Dukungan seperti ini menjadi relevan di era ketika perdebatan tentang keaslian visual makin ramai. Dalam dunia digital sekarang, kadang foto yang bagus saja tidak cukup; orang juga mulai ingin tahu apakah foto itu benar-benar lahir dari kamera, bukan dari akal-akalan algoritma.

Dari sisi penyimpanan dan posisi pasar, perangkat ini masuk kategori premium. Varian yang ditawarkan hadir dalam warna hitam dengan kapasitas besar, termasuk kombinasi memori dan ruang simpan yang sangat lapang. Harga yang dipasang juga tinggi, sekitar 1.999 euro. Nilai tersebut jelas tidak menyasar pengguna umum yang hanya butuh kamera untuk foto cepat di warung kopi, melainkan pasar yang lebih spesifik, yaitu mereka yang ingin perangkat mobile dengan orientasi fotografi yang kuat.

Secara keseluruhan, Leica Leitzphone berbasis Xiaomi memperlihatkan arah baru dalam dunia smartphone fotografi. Perangkat ini mencoba memberi rasa kamera profesional dalam bentuk yang tetap ringkas dan serbaguna. Apakah ia benar-benar bisa menggantikan kamera sungguhan? Belum tentu. Tetapi sebagai perangkat yang menggabungkan mobilitas, kendali manual, identitas visual, dan perhatian terhadap keaslian gambar, ponsel ini jelas bukan pemain biasa. Dan di pasar smartphone premium, menjadi tidak biasa kadang justru satu-satunya cara agar tetap menonjol. :contentReference[oaicite:4]{index=4}

Berita Terkait

Galaxy A37 dan A57 Gandeng WEBTOON untuk Rebut Perhatian Gen Z
Samsung Galaxy Z Fold 8 Dirumorkan Bawa Pengisian Lebih Ngebut
Korea Selatan Uji Registrasi SIM dengan Verifikasi Wajah hingga Juni
Meta Dorong AI Gantikan Banyak Moderator Manusia di Platformnya
Malware Mobile Banking Meningkat, Laporan Soroti Ledakan Penipuan Android Tahun 2026
Google Maps Hadirkan Navigasi 3D yang Lebih Cerdas untuk Pengemudi
Perplexity Kenalkan Komputer AI Lokal Tanpa Bergantung pada Cloud
OpenClaw Meledak di China, Tencent hingga Alibaba Dorong Integrasi Cepat

Berita Terkait

Sabtu, 28 Maret 2026 - 09:06 WIB

Leica dan Xiaomi Hadirkan Ponsel Kamera dengan Kontrol Manual Lebih Serius

Kamis, 26 Maret 2026 - 19:11 WIB

Galaxy A37 dan A57 Gandeng WEBTOON untuk Rebut Perhatian Gen Z

Selasa, 24 Maret 2026 - 11:47 WIB

Samsung Galaxy Z Fold 8 Dirumorkan Bawa Pengisian Lebih Ngebut

Selasa, 24 Maret 2026 - 11:46 WIB

Korea Selatan Uji Registrasi SIM dengan Verifikasi Wajah hingga Juni

Minggu, 22 Maret 2026 - 12:32 WIB

Meta Dorong AI Gantikan Banyak Moderator Manusia di Platformnya

Berita Terbaru