Pernyataan Jim Lee kembali memancing diskusi lama: mengapa komik superhero Barat terasa “mentok” sementara manga dan anime Jepang terus meluas ke berbagai pasar. Dalam sebuah wawancara, Presiden sekaligus Direktur Kreatif dan Pemimpin Redaksi DC Comics itu mengakui dirinya kagum pada cara industri hiburan Jepang membangun ekosistem cerita yang jauh lebih luas daripada sekadar pertarungan pahlawan super.
Lee menilai salah satu titik lemah komik Amerika adalah ketergantungan pada satu jenis narasi. Di Amerika Serikat, sebagian besar pembaca, pemasukan, dan sorotan media berputar di sekitar superhero. Kondisi ini makin kuat karena film superhero menjadi mesin pemasaran terbesar. Akibatnya, komik sering berada di posisi mengikuti tren film, bukan menjadi ruang bereksperimen yang memimpin selera pembaca.
Menurut Lee, di Jepang manga dipandang lebih dekat ke “sastra populer” karena ragamnya sangat lebar. Ada kisah memasak, olahraga, drama keluarga, romansa, thriller, sampai tema psikologi sosial yang dibungkus ringan namun tetap emosional. Keragaman ini membuat pembaca merasa selalu ada cerita yang relevan bagi dirinya, bukan hanya bagi penggemar aksi atau kostum ketat.
Ia juga menyoroti persepsi budaya. Di Barat, komik dan kartun masih sering dikunci sebagai hiburan anak-anak, sehingga ruang temanya lebih sempit dan segmentasinya kurang luwes. Sementara di Jepang, pembaca dibagi jelas berdasarkan usia dan minat; anak-anak, remaja, hingga dewasa mendapatkan jalur cerita yang berbeda, tanpa stigma bahwa medium tersebut “tidak serius”.
Lee mengingatkan bahwa manga juga pernah melewati fase sulit, termasuk kejenuhan pasar dan gangguan pembajakan pada akhir 2000-an. Namun, kebangkitan sejak sekitar 2013–2014 dan lonjakan saat pandemi menunjukkan daya hidup industri yang kuat. Baginya, pelajaran terpenting justru ada pada sensitivitas penulis Jepang yang fokus pada emosi asli, bukan sekadar mengejar tren sesaat. Lee menyebut pendekatan seperti itu bisa menjadi arah pembenahan: memperkaya tema, memperdalam karakter, dan membuat komik Barat kembali terasa dekat dengan pembaca.






