Asosiasi Futsal Kabupaten Bekasi (AFKAB Bekasi) menutup rangkaian Bekasi Futsal League 2025 lewat partai grand final yang digelar di GOR Futsal Grand Wisata, Tambun Selatan, Minggu (15/2/2026). Laga penentuan juara itu menjadi penegasan bahwa kompetisi futsal di Bekasi mulai dibangun dengan pola yang lebih rapi, terstruktur, dan berorientasi jangka panjang.
Turnamen ini bukan event sekali jadi. Bekasi Futsal League merupakan bagian dari program kerja AFKAB Bekasi 2025–2026, dan sudah berjalan sejak Desember 2025. Total ada 15 tim klub se-Kabupaten Bekasi yang ikut ambil bagian, dengan komposisi pemain kelahiran 2007 sebagai fokus pembinaan usia muda.
Ketua Umum AFKAB Bekasi, Rahmat Jutasih, menyebut liga ini dirancang sebagai wadah pencarian bibit terbaik sekaligus jalur seleksi yang lebih objektif. Tujuannya bukan hanya mengangkat pemenang, tetapi membentuk ekosistem kompetisi yang berjenjang dan profesional, dengan organisasi sebagai fondasi utamanya.
Ia menargetkan kompetisi semacam ini bisa menjadi “mesin pembinaan” futsal daerah. Dari liga yang berkelanjutan, Bekasi diharapkan memiliki stok pemain yang siap bersaing untuk ajang lebih tinggi, seperti Piala AFP Jawa Barat U-21 maupun Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).
Rahmat juga menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah. Menurutnya, pembinaan akan jauh lebih kuat ketika organisasi olahraga dan pemerintah berjalan beriringan, mulai dari penyediaan fasilitas, penguatan program pembinaan, hingga dukungan event yang konsisten.
Di sisi lain, grand final yang berlangsung sengit menunjukkan tingginya gairah futsal lokal. Antusiasme suporter dan pecinta futsal yang memenuhi arena memberi sinyal bahwa futsal di Kabupaten Bekasi bukan sekadar olahraga populer, tetapi juga memiliki basis komunitas yang kuat.
Dengan format kompetisi yang lebih berjenjang, Bekasi Futsal League 2025 diproyeksikan menjadi pijakan awal untuk melahirkan pemain muda dengan mental kompetitif, terbiasa dengan atmosfer liga, dan siap naik level saat dibutuhkan.






