986 Mahasiswa Poltekkes Siap Perkuat Program Kesehatan Desa di Lampung Selatan

Avatar photo

- Penulis Berita

Kamis, 26 Maret 2026 - 19:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

986 Mahasiswa Poltekkes Siap Perkuat Program Kesehatan Desa di Lampung Selatan

986 Mahasiswa Poltekkes Siap Perkuat Program Kesehatan Desa di Lampung Selatan

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan bersiap menyambut keterlibatan besar mahasiswa Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Tanjung Karang dalam program lapangan yang akan menyasar desa-desa prioritas. Sebanyak 986 mahasiswa dijadwalkan turun langsung ke 25 desa di Kecamatan Sidomulyo dan Katibung mulai 5 April 2026 sebagai bagian dari kegiatan Praktik Kolaborasi Semua Jurusan.

Program ini tidak hanya diposisikan sebagai kegiatan akademik biasa. Pemerintah daerah melihat kehadiran mahasiswa lintas jurusan kesehatan tersebut sebagai tambahan energi untuk mempercepat berbagai agenda kesehatan yang sudah berjalan di tingkat kabupaten. Dengan skala peserta yang besar dan pendekatan kolaboratif, intervensi yang dilakukan diharapkan lebih terasa di lapangan.

Rencana ini dibahas dalam audiensi antara jajaran Pemkab Lampung Selatan dan Poltekkes Tanjung Karang di ruang Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Lampung Selatan. Dari pihak pemkab hadir Sekretaris Daerah Supriyanto, Asisten M. Darmawan, Plt Kepala Dinas Kesehatan Devi Arminanto, unsur BRIDA, serta Bagian Kerja Sama. Sementara itu, Poltekkes diwakili oleh Wakil Direktur I Ns. Martini Fairus, Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Gustop Amatiria, dan jajaran terkait.

Gustop Amatiria menjelaskan bahwa tahap persiapan dijadwalkan berlangsung pada 30 Maret hingga 4 April 2026. Setelah itu, mahasiswa akan ditempatkan di desa-desa sasaran selama kurang lebih 17 hari, mulai 5 April sampai 22 April 2026. Untuk tahap awal, fokus program memang baru diarahkan ke dua kecamatan, tetapi peluang perluasan ke wilayah lain di tahun mendatang tetap terbuka.

Dari sudut pandang pemerintah daerah, program ini dinilai sangat relevan dengan kebutuhan Lampung Selatan saat ini. M. Darmawan menyampaikan bahwa mahasiswa diharapkan bisa ikut mendorong penanganan sejumlah isu prioritas kesehatan seperti stunting, open source testing, zero dose, dan program-program kesehatan strategis lain yang sedang dijalankan daerah.

Peran mahasiswa juga tidak dibatasi hanya pada intervensi teknis. Pemkab berharap mereka turut menjadi agen edukasi di desa. Selama berada di lokasi, mahasiswa diharapkan mampu memberikan penyuluhan langsung kepada masyarakat tentang perilaku hidup sehat, pentingnya pencegahan penyakit, hingga peningkatan kesadaran keluarga terhadap kesehatan ibu dan anak. Jadi, mereka bukan sekadar “magang ramai-ramai”, tetapi benar-benar dipersiapkan untuk hadir memberi dampak.

Kolaborasi lintas disiplin ilmu kesehatan ini memberi keuntungan ganda. Bagi mahasiswa, kegiatan lapangan menjadi ruang belajar nyata yang mempertemukan teori dengan tantangan riil di masyarakat. Bagi pemerintah daerah, kehadiran mereka memperluas jangkauan tenaga pendamping kesehatan tanpa harus menunggu tambahan struktur formal. Skema seperti ini sering kali lebih efektif karena bergerak cepat dan langsung menyentuh desa.

Dengan jumlah peserta yang besar serta cakupan desa yang cukup luas, program ini dipandang punya potensi menciptakan efek langsung maupun jangka panjang. Jika edukasi berjalan baik dan intervensi tepat sasaran, desa-desa yang menjadi lokasi praktik tidak hanya menjadi tempat belajar bagi mahasiswa, tetapi juga mendapatkan manfaat nyata dalam bentuk penguatan layanan dan kesadaran kesehatan masyarakat.

Pemkab Lampung Selatan kini berharap sinergi dengan Poltekkes Tanjung Karang dapat menjadi model kolaborasi berkelanjutan. Bila hasil tahap awal menunjukkan dampak positif, kerja sama serupa sangat mungkin diperluas ke kecamatan lain. Dalam bahasa sederhana, ini bukan cuma program turun ke desa, melainkan peluang membangun jembatan yang lebih kuat antara dunia pendidikan kesehatan dan kebutuhan riil masyarakat daerah.

Berita Terkait

DPRD Depok Susun Pokok Pikiran 2027 dari Tata Kelola hingga Banjir
Bojonegoro Perkuat Deteksi Dini TBC demi Mengejar Target Eliminasi 2030
Silaturahmi Idulfitri SMKN 1 Warungasem Hadirkan Guru Pendiri Sekolah
Empat Perahu Baru Dorong Tradisi Lomba Dayung Lebaran di Batang
Sidak Farhan di Tiga Kecamatan Tekankan ASN Aceh Besar Wajib Disiplin
Staf Ahli Bupati Aceh Besar Keliling Kecamatan Awasi Disiplin Pegawai
Sekda Aceh Besar Pastikan Tambahan TKD Pascabencana Tepat Sasaran dan Transparan
DPR Siap Gunakan Timwas Intelijen Dalami Kasus Andrie Yunus

Berita Terkait

Sabtu, 28 Maret 2026 - 09:06 WIB

DPRD Depok Susun Pokok Pikiran 2027 dari Tata Kelola hingga Banjir

Sabtu, 28 Maret 2026 - 09:06 WIB

Bojonegoro Perkuat Deteksi Dini TBC demi Mengejar Target Eliminasi 2030

Sabtu, 28 Maret 2026 - 09:06 WIB

Silaturahmi Idulfitri SMKN 1 Warungasem Hadirkan Guru Pendiri Sekolah

Sabtu, 28 Maret 2026 - 09:06 WIB

Empat Perahu Baru Dorong Tradisi Lomba Dayung Lebaran di Batang

Kamis, 26 Maret 2026 - 19:11 WIB

Staf Ahli Bupati Aceh Besar Keliling Kecamatan Awasi Disiplin Pegawai

Berita Terbaru