KSPPS Kopsim NU Batang memperluas jangkauan layanan dengan membuka kantor cabang baru di Kecamatan Bawang. Ekspansi ini didorong meningkatnya kepercayaan anggota, khususnya warga Nahdliyyin, yang memanfaatkan koperasi untuk kebutuhan pembiayaan dan layanan keuangan syariah.
Rencana pembukaan cabang Bawang disampaikan General Manajer Kopsim NU Batang, Muhammad Busro, saat ditemui di Gedung PCNU Batang pada Sabtu, 14 Februari 2026. Ia menyebut pembukaan cabang membutuhkan penguatan organisasi, termasuk pengukuhan kepengurusan baru.
Busro menjelaskan pergantian atau perombakan kepengurusan merupakan hal rutin yang dilakukan setiap lima tahun. Tujuannya bukan formalitas, melainkan memastikan pelayanan makin cepat dan rapi, terutama ketika jaringan kantor semakin luas.
Menjelang operasional cabang, para pengurus dibekali pelatihan manajemen koperasi. Materi yang ditekankan adalah strategi survei sebelum pencairan pembiayaan kredit, agar keputusan pembiayaan lebih aman dan sesuai standar.
Menurut Busro, survei merupakan pintu awal untuk menilai kelayakan pembiayaan. Jika tahap ini dilakukan asal-asalan, risiko masalah seperti kredit macet akan meningkat, dan pada akhirnya mengganggu kesehatan koperasi serta pelayanan anggota.
Ketua KSPPS Kopsim NU Batang, M. Abdul Rahman Nasrudin, mengapresiasi pelatihan dan pengukuhan pengurus. Ia menegaskan pelatihan manajemen sudah menjadi agenda tahunan untuk menjaga kualitas pengelolaan, sehingga manfaat koperasi benar-benar dirasakan anggota.
Nasrudin juga menautkan pembukaan cabang dengan agenda organisasi. Ia menyebut layanan di Cabang Bawang akan dibuka setelah Rapat Anggota Tahunan selesai pada pekan berikutnya, sehingga kesiapan administrasi dan operasional bisa dipastikan.
Saat ini, Kopsim NU Batang disebut memiliki enam kantor pelayanan: Cabang Batang Kota, Pasar Batang, Bandar, Tersono, Limpung, dan Bawang. Penguatan jaringan ini diposisikan sebagai upaya mendekatkan layanan kepada anggota di tiap kecamatan.
Target pengembangan belum berhenti di enam cabang. Pengurus menargetkan ke depan jumlah cabang bisa bertambah hingga sekitar sepuluh, namun dilakukan bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan anggota dan kesiapan SDM.
Salah satu marketing Cabang Limpung, Jaka Kuncoro Aji, usai dikukuhkan menyatakan siap memperluas jaringan dan koordinasi untuk penambahan anggota. Ia berharap bisa membantu anggota baru dalam pembiayaan secara tertib, sekaligus memperkuat pertumbuhan koperasi berbasis layanan syariah.






