Langkah agresif datang dari Kris Marszalek, sosok di balik Crypto.com. Ia dikabarkan mengambil alih domain AI.com, sebuah alamat yang selama bertahun-tahun menjadi incaran banyak pihak karena nilainya yang dianggap prestisius. Akuisisi itu bukan hanya soal nama, karena AI.com kini diposisikan sebagai pintu masuk ke produk baru yang ingin menempel pada gelombang “agentic AI”, yakni AI yang tidak sekadar menjawab, tetapi juga bertindak.
Strateginya langsung terlihat dari rencana promosi besar: AI.com disebut akan tampil melalui iklan di ajang Super Bowl. Bagi banyak perusahaan teknologi, panggung ini adalah tempat memompa kesadaran merek dalam hitungan menit. Marszalek pun tidak asing dengan pendekatan tersebut, mengingat Crypto.com pernah mencuri perhatian lewat kampanye iklan besar beberapa tahun lalu.
Produk yang dijanjikan AI.com digambarkan sebagai agen AI serbaguna yang bisa bekerja atas nama pengguna. Klaimnya mencakup pengaturan pekerjaan, pengiriman pesan, mengeksekusi aksi di berbagai aplikasi, hingga membantu membangun proyek. Pendekatan seperti ini mengingatkan orang pada tren agen AI yang belakangan dikejar banyak pemain, namun detail teknisnya masih minim sehingga publik belum bisa menilai seberapa matang layanannya.
Di sisi lain, waktu peluncuran ini membuat sebagian orang membaca ulang sejarah pasar: euforia sering datang lebih cepat dibanding pembuktian. Ketika industri kripto dulu gencar melakukan iklan konsumen, pasar sempat masuk fase penurunan tajam setelah hype mereda. Kini, saat Marszalek kembali tampil dengan narasi baru di sektor AI, muncul pertanyaan yang wajar: apakah ini inovasi yang berumur panjang atau hanya putaran promosi berikutnya?
Meski begitu, tidak adil jika semuanya langsung dicap sebagai “pembuat gelembung”. Akuisisi domain besar bisa juga dibaca sebagai sinyal ambisi membangun ekosistem baru yang ingin dipercaya publik. Tantangannya ada pada dua hal: transparansi kemampuan produk dan pembuktian penggunaan nyata. Jika AI.com benar-benar menghadirkan agen yang aman, patuh izin, serta fokus pada privasi, barulah promosi besar itu terasa sepadan. Jika tidak, panggung megah hanya akan menjadi pemicu skeptisisme yang lebih keras.






