Galaxy A37 dan A57 Gandeng WEBTOON untuk Rebut Perhatian Gen Z

Avatar photo

- Penulis Berita

Kamis, 26 Maret 2026 - 19:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Galaxy A37 dan A57 Gandeng WEBTOON untuk Rebut Perhatian Gen Z

Galaxy A37 dan A57 Gandeng WEBTOON untuk Rebut Perhatian Gen Z

Samsung mencoba memperkuat daya tarik lini Galaxy A terbaru dengan pendekatan yang tak hanya mengandalkan spesifikasi teknis, tetapi juga kebiasaan budaya digital generasi muda. Melalui kemitraan dengan WEBTOON, perusahaan ini mengintegrasikan pengalaman membaca webcomic langsung ke Galaxy A37 5G dan A57 5G, memperlihatkan bagaimana smartphone kini makin dirancang sebagai pusat hiburan dan konsumsi cerita mobile.

Kolaborasi ini membuat aplikasi WEBTOON hadir secara native di perangkat baru tersebut. Bagi pengguna, ini berarti akses ke ribuan cerita dapat dilakukan langsung sejak awal tanpa perlu instalasi tambahan. Samsung dan WEBTOON tampaknya membaca satu hal yang sangat jelas: Gen Z tidak hanya butuh ponsel cepat, tetapi juga perangkat yang nyambung dengan cara mereka menikmati konten sehari-hari.

WEBTOON sendiri sudah lama dikenal sebagai salah satu platform utama untuk webcomic dengan format vertikal yang memang dirancang untuk layar ponsel. Model seperti ini cocok dengan pola baca sambil scrolling, cepat, santai, dan sangat mobile. Ketika format konten dan perangkat keras dipertemukan secara sengaja, hasilnya bukan sekadar promosi aplikasi, tetapi pengalaman yang lebih menyatu dengan gaya hidup pengguna.

Untuk mendukung itu, Galaxy A37 5G dan A57 5G dibekali layar Super AMOLED 6,7 inci dengan refresh rate hingga 120 Hz. Kombinasi ini menjanjikan tampilan yang cerah, halus, dan nyaman untuk membaca dalam waktu lama. Di sini Samsung ingin menempatkan layar sebagai medium utama cerita, bukan hanya tempat menampilkan aplikasi. Karena buat pembaca WEBTOON, satu panel yang enak dilihat kadang lebih penting daripada jargon teknis yang panjangnya setara naskah sinetron.

Dari sisi teknis, dua model ini tetap datang dengan perangkat keras yang diperbarui. Samsung membenamkan prosesor yang lebih kencang, kamera utama 50 MP, fitur Nightography, serta kecerdasan buatan di One UI 8.5 untuk membantu tugas seperti pengeditan foto, transkripsi suara, hingga multitasking. Ini menunjukkan bahwa produk tidak hanya dijual sebagai “ponsel buat baca komik”, tetapi tetap dibangun dengan kerangka smartphone modern yang lengkap.

Aspek keamanan juga mendapat porsi besar. Samsung menjanjikan hingga enam tahun pembaruan perangkat lunak dan keamanan, dengan perlindungan melalui Knox Vault. Ini menjadi nilai tambah penting, terutama untuk pengguna muda yang aktif menyimpan banyak data pribadi, akun media sosial, dan kebiasaan digital lain di dalam satu perangkat.

Samsung turut memperkuat sisi kegunaan dengan kehadiran alat bantu seperti Bixby, Gemini, dan AI Selection. Pendekatan ini menunjukkan bahwa perusahaan ingin Galaxy A menjadi perangkat yang mendampingi aktivitas sehari-hari secara lebih luas, dari hiburan sampai produktivitas. Bila ditarik lebih jauh, kemitraan dengan WEBTOON hanyalah salah satu wajah dari strategi yang lebih besar: membuat smartphone terasa lebih personal dalam kebiasaan harian penggunanya.

Dari sisi pasar, langkah ini juga cukup cerdas. Alih-alih hanya menonjolkan RAM, kamera, atau baterai, Samsung mengaitkan produknya dengan budaya digital yang memang sedang kuat di kalangan pengguna muda. WEBTOON bukan sekadar aplikasi tambahan, tetapi simbol bahwa membaca cerita kini juga menjadi bagian dari ekosistem hiburan mobile yang besar, setara dengan video pendek, musik streaming, dan game kasual.

Galaxy A37 5G dan A57 5G dijadwalkan tersedia mulai 10 April dengan sejumlah promosi peluncuran. Di pasar seperti Prancis, pembeli disebut akan mendapat kapasitas penyimpanan dua kali lipat untuk periode tertentu, sementara pengguna baru juga ditawari bonus koin WEBTOON. Dengan strategi ini, Samsung tidak cuma menjual ponsel baru, tetapi ikut menjual gaya konsumsi konten yang makin sesuai dengan ritme hidup generasi digital masa kini.

Berita Terkait

Leica dan Xiaomi Hadirkan Ponsel Kamera dengan Kontrol Manual Lebih Serius
Samsung Galaxy Z Fold 8 Dirumorkan Bawa Pengisian Lebih Ngebut
Korea Selatan Uji Registrasi SIM dengan Verifikasi Wajah hingga Juni
Meta Dorong AI Gantikan Banyak Moderator Manusia di Platformnya
Malware Mobile Banking Meningkat, Laporan Soroti Ledakan Penipuan Android Tahun 2026
Google Maps Hadirkan Navigasi 3D yang Lebih Cerdas untuk Pengemudi
Perplexity Kenalkan Komputer AI Lokal Tanpa Bergantung pada Cloud
OpenClaw Meledak di China, Tencent hingga Alibaba Dorong Integrasi Cepat

Berita Terkait

Sabtu, 28 Maret 2026 - 09:06 WIB

Leica dan Xiaomi Hadirkan Ponsel Kamera dengan Kontrol Manual Lebih Serius

Kamis, 26 Maret 2026 - 19:11 WIB

Galaxy A37 dan A57 Gandeng WEBTOON untuk Rebut Perhatian Gen Z

Selasa, 24 Maret 2026 - 11:47 WIB

Samsung Galaxy Z Fold 8 Dirumorkan Bawa Pengisian Lebih Ngebut

Selasa, 24 Maret 2026 - 11:46 WIB

Korea Selatan Uji Registrasi SIM dengan Verifikasi Wajah hingga Juni

Minggu, 22 Maret 2026 - 12:32 WIB

Meta Dorong AI Gantikan Banyak Moderator Manusia di Platformnya

Berita Terbaru