Samsung disebut sedang menyiapkan lompatan penting untuk lini ponsel lipat andalannya. Galaxy Z Fold 8 yang dirumorkan hadir pada 2026 dikabarkan akan membawa peningkatan signifikan pada sektor pengisian daya, sebuah area yang selama ini dianggap berjalan terlalu pelan di ponsel premium Samsung. Jika kabar ini benar, maka Fold 8 bisa menjadi salah satu pembaruan paling menarik di seri Z Fold dalam beberapa tahun terakhir.
Rumor terbaru menyebut perangkat ini akan meninggalkan dukungan pengisian 25W dan beralih ke 45W. Perubahan tersebut memang belum menandingi beberapa ponsel lipat asal China yang sudah melesat lebih jauh, tetapi tetap menjadi peningkatan penting bagi pengguna Samsung yang selama ini sering merasa baterai dan charging flagship mereka berkembang seperti jalan di tempat.
Sinyal perubahan sebenarnya sudah terlihat lebih dulu lewat kehadiran Galaxy S26 Ultra yang dirumorkan membawa pengisian cepat 65W. Dari sana, banyak pengamat mulai menduga bahwa Samsung akhirnya mulai membuka babak baru dalam strategi baterai dan pengisian daya. Fold 8 diduga menjadi salah satu perangkat yang ikut kecipratan efek dari perubahan arah tersebut.
Informasi itu disebut berasal dari dokumen regulasi di China yang dilaporkan oleh Sammy Guru. Dokumen tersebut mengindikasikan bahwa Galaxy Z Fold 8 akan naik kelas dalam urusan pengisian, sebuah langkah yang dinilai sangat dibutuhkan mengingat pasar ponsel lipat kini makin kompetitif dan pengguna tak lagi mudah puas hanya dengan desain premium semata.
Tekanan terbesar datang dari Apple yang diyakini tengah menyiapkan iPhone Fold. Kehadiran perangkat ini bisa menjadi titik balik besar dalam persaingan ponsel lipat di pasar global, khususnya di luar China. Selama ini Samsung relatif nyaman karena hanya bersaing ketat dengan beberapa nama seperti Google dan Motorola di pasar internasional. Begitu Apple masuk, zona nyaman itu berpotensi langsung ambyar.
Di tengah ancaman tersebut, rumor lain menyebut Galaxy Z Fold 8 juga bakal hadir dengan baterai 5.000mAh, naik dari 4.400mAh pada generasi sebelumnya. Kenaikan kapasitas ini akan menjadi kabar baik bagi pengguna yang selama ini berharap ponsel lipat Samsung bisa lebih tahan lama dalam pemakaian harian, apalagi untuk perangkat yang identik dengan layar besar dan kebutuhan daya tinggi.
Meski begitu, spesifikasi ini masih belum melampaui beberapa rival dari China, misalnya Oppo Find N6 yang dikabarkan sudah mendukung pengisian kabel hingga 80W. Artinya, Samsung memang mulai bergerak maju, tetapi belum tentu langsung jadi yang paling agresif. Ibarat lomba lari, Samsung tampaknya baru mulai menambah kecepatan setelah mendengar Apple ikut pemanasan di belakang.
Menariknya, peningkatan ini disebut tidak akan merata ke semua perangkat lipat Samsung. Galaxy Z Flip 8 justru dirumorkan tetap bertahan dengan pengisian standar 25W. Ini menunjukkan Samsung kemungkinan ingin membedakan posisi produk lebih tegas, dengan Fold 8 mendapat prioritas lebih besar sebagai perangkat lipat premium utama.
Jika rumor-rumor ini terbukti akurat, Galaxy Z Fold 8 bisa menjadi jawaban Samsung terhadap tekanan baru dari Apple sekaligus tantangan lama dari brand China. Peningkatan pengisian daya, kapasitas baterai yang lebih besar, dan persaingan yang makin panas bisa membuat 2026 menjadi tahun yang sangat menarik untuk pasar ponsel lipat global.






