Harga emas dunia kembali menembus level psikologis US$5.000 per ons pada perdagangan 9 Februari 2026. Kenaikan ini terjadi dalam dua sesi berturut-turut setelah pasar sempat melemah lebih dari sepekan. Pada pembukaan sesi pagi, harga disebut bergerak di sekitar US$5.014 per ons, memulihkan posisi yang sebelumnya hilang ketika aksi ambil untung membuat logam mulia terkoreksi.
Perubahan arah itu dikaitkan dengan beberapa faktor yang sering menjadi “bahan bakar” emas. Pertama, gelombang pembelian di area harga bawah ketika investor menilai penurunan sebelumnya sudah cukup dalam. Kedua, pelemahan dolar yang kerap membuat emas lebih menarik, terutama bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain. Ketiga, meningkatnya kekhawatiran seputar dinamika geopolitik, termasuk pembicaraan Amerika Serikat–Iran di Oman yang memicu sikap defensif di sebagian pasar.
Dari sisi sentimen, survei analis yang dirangkum pekan lalu menunjukkan mayoritas responden memperkirakan emas berpeluang naik lagi dan mempertahankan angka US$5.000. Namun, pandangan tersebut bukan berarti tanpa risiko. Koreksi yang tajam tetap mungkin terjadi jika tekanan jual kembali besar, apalagi setelah kenaikan cepat dalam waktu singkat. Sebagian analis menyebut volatilitas masih terbuka, termasuk peluang harga menguji area lebih rendah apabila kondisi pasar berubah mendadak.
Fokus investor minggu ini juga tertuju pada rilis serangkaian data ekonomi Amerika Serikat, seperti penjualan ritel, laporan ketenagakerjaan, klaim pengangguran mingguan, dan indeks harga konsumen. Data-data ini berpotensi memengaruhi ekspektasi suku bunga, yang pada akhirnya berdampak pada dolar dan selera risiko. Ketika suku bunga diperkirakan naik agresif, emas kadang tertekan; sebaliknya, ketika pasar menilai kebijakan lebih longgar, emas sering mendapatkan dukungan.
Selain faktor pasar, pembelian emas oleh bank sentral tetap menjadi cerita penting. Bank Sentral China (PBOC) dilaporkan melakukan pembelian beruntun dalam periode panjang, memperkuat narasi bahwa permintaan institusi membantu menopang harga logam mulia. Dengan kombinasi data ekonomi, arah dolar, dan faktor geopolitik, pergerakan emas minggu ini berpeluang tetap aktif. Bagi investor, kuncinya adalah memahami bahwa level US$5.000 bukan hanya angka, melainkan area yang sering memicu respons pasar, baik berupa penguatan lanjutan maupun koreksi cepat.






