Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo meminta penanganan jalan berlubang terus dipercepat agar tidak kembali memakan korban, terutama saat intensitas hujan masih tinggi. Ia menilai perbaikan tidak bisa menunggu cuaca benar-benar berhenti, karena kondisi lapangan menunjukkan lubang jalan muncul dan membesar dalam waktu cepat ketika permukaan aspal terus terpapar air dan beban kendaraan.
Dalam keterangannya di Jakarta Timur pada Senin, Pramono menyampaikan bahwa ia telah meminta dinas terkait untuk menutup lubang-lubang yang terdeteksi. Menurutnya, perbaikan sementara maupun penambalan harus tetap dilakukan sebagai langkah mitigasi, mengingat risiko paling besar sering menimpa pengendara sepeda motor yang mudah kehilangan kendali ketika melindas permukaan tidak rata.
Meski demikian, Pramono juga menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat jika setelah ditangani, sebagian ruas kembali terbuka ketika hujan deras turun. Ia mengakui ada keterbatasan teknis, karena kondisi basah dan genangan membuat tambalan lebih mudah terkelupas. Pernyataan itu selaras dengan penjelasan pihak Bina Marga yang menyebut hingga kini belum ada jenis aspal yang benar-benar kebal terhadap kombinasi hujan, genangan, dan tekanan kendaraan yang tinggi.
Isu jalan berlubang mengemuka setelah adanya peristiwa kecelakaan di Jalan Matraman Raya, Jakarta Timur, yang dikaitkan dengan kondisi jalan rusak. Insiden tersebut terjadi pada pagi hari saat arus lalu lintas relatif sepi. Warga sekitar menilai kerusakan jalan di lokasi sudah berlangsung lama dan sering ditambal tanpa perbaikan menyeluruh, sehingga permukaannya tetap tidak rata dan berbahaya, terutama ketika penerangan belum optimal atau ketika pengendara menghindari genangan.
Permintaan percepatan perbaikan ini sekaligus menjadi sorotan soal pola pemeliharaan jalan. Penambalan cepat memang penting untuk menutup risiko harian, tetapi titik-titik rawan yang berulang biasanya memerlukan penanganan yang lebih permanen, mulai dari perbaikan struktur hingga perbaikan drainase agar air tidak menggerus lapisan jalan dari bawah. Dalam situasi musim hujan, pendekatan ganda—tindakan cepat di lapangan dan perbaikan menyeluruh di ruas prioritas—dipandang sebagai cara paling realistis untuk menekan risiko kecelakaan dan memastikan mobilitas warga tetap aman.






