Bersedekah kini tidak selalu identik dengan uang tunai. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Burj Al-Bakrie menghadirkan cara yang lebih praktis untuk masyarakat perkotaan: menyumbang barang yang masih layak dan bernilai ekonomi.
Kolaborasi itu diwujudkan melalui Program Sedekah Barang dengan fasilitas drop box yang ditempatkan di lingkungan masjid serta kawasan perkantoran Bakrie Group. Program ini resmi diluncurkan di Masjid Burj Al-Bakrie, Jakarta, pada Selasa, 10 Februari 2026.
BAZNAS menjelaskan, drop box disediakan di tiga titik agar mudah dijangkau. Lokasinya meliputi Masjid Al-Bakrie Taman Rasuna (Rasuna Epicentrum), Masjid Wisma Bakrie (Gedung Wisma Bakrie, Jalan H.R. Rasuna Said), dan Masjid Burj Al-Bakrie (Bakrie Tower).
Deputi BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Dr. H.M. Imdadun Rahmat, M.Si., menyebut program ini sebagai inovasi yang menjawab kebutuhan warga kota. Ia menilai banyak orang ingin berbagi, tetapi sering terbentur waktu dan akses sehingga membutuhkan kanal yang sederhana.
“Program Sedekah Barang merupakan inovasi untuk menjawab kebutuhan masyarakat perkotaan yang ingin bersedekah dengan cara mudah dan praktis,” ujar Imdadun dalam keterangan tertulis. Ia menekankan bahwa barang pun bisa menjadi sedekah selama memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.
Imdadun juga mengajak jemaah membangun kebiasaan baru: datang ke masjid tidak hanya untuk beribadah, tetapi juga membawa barang yang masih bermanfaat. Ketimbang dibiarkan menumpuk, tidak terpakai, atau akhirnya menjadi mubazir, barang tersebut dapat disalurkan kepada pihak yang membutuhkan.
Dari sisi pengelolaan, Kepala Divisi Penguatan Pengumpulan LAZ Nasional BAZNAS RI, H. Abdul Kahfi, menegaskan seluruh barang yang masuk drop box akan dikelola secara amanah dan profesional. Barang yang terkumpul kemudian dikonversi ke nilai rupiah untuk mendukung program-program BAZNAS.
Menurut Kahfi, pemanfaatan dana hasil konversi bisa diarahkan ke berbagai agenda, mulai dari pengentasan kemiskinan hingga pemberdayaan mustahik di berbagai daerah. Ia juga menekankan peran masjid sebagai pusat solusi sosial yang mendorong budaya berbagi menjadi bagian dari rutinitas.
Sementara itu, Ketua DKM Masjid Burj Al-Bakrie, H. Zulfikar Irsyad, mengapresiasi kolaborasi tersebut. Ia menyebut antusiasme jemaah cukup tinggi, dan pihaknya mempercayakan pengelolaan kepada BAZNAS karena jangkauan penerima manfaat dinilai jelas serta data penerima telah terverifikasi.
Dengan adanya fasilitas drop box di lokasi yang ramai aktivitas, program ini diharapkan mempermudah masyarakat menyalurkan barang dengan aman, tertata, dan berdampak. Kolaborasi antara BAZNAS, Bakrie Group, Masjid Burj Al-Bakrie, dan Bakrie Amanah pun ditargetkan dapat berkembang ke program kebaikan lainnya.






