WHO: Sekitar 38 Persen Kasus Kanker Baru Terkait Faktor Gaya Hidup

Avatar photo

- Penulis Berita

Rabu, 11 Februari 2026 - 13:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyoroti satu pesan penting dalam laporan terbarunya: sebagian besar risiko kanker sebenarnya bisa ditekan lebih awal. WHO memperkirakan sekitar 38 persen kasus kanker baru di dunia berkaitan langsung dengan faktor gaya hidup, sehingga secara teori dapat dicegah.

Temuan itu dirangkum dari analisis faktor risiko yang dipublikasikan di jurnal Nature Medicine pada 3 Februari. Data yang dikutip menunjukkan dunia mencatat hampir 19 juta kasus kanker baru sepanjang 2022, dengan jutaan kasus di antaranya berhubungan dengan sekitar 30 faktor risiko yang dapat diubah.

Rokok berada di urutan teratas sebagai kontributor terbesar. WHO memperkirakan merokok menyumbang sekitar 15 persen dari total kasus baru, setara hampir 3 juta kasus. Dampaknya lebih berat pada laki-laki, dengan proporsi mencapai sekitar 23 persen.

Alkohol menyusul sebagai faktor risiko besar berikutnya. Dalam pemodelan yang dipaparkan, alkohol dikaitkan dengan sekitar 3,2 persen kasus kanker baru—sekitar 700.000 kasus. Dua faktor ini, menurut WHO, merupakan peluang intervensi paling nyata karena kebijakan pengendaliannya relatif jelas.

Epidemiolog WHO sekaligus penulis utama kajian, Isabelle Soerjomataram, menilai mengatasi penyebab yang dapat diubah adalah kesempatan terbesar untuk menurunkan beban kanker global. Selain rokok dan alkohol, kelompok risiko teratas juga mencakup indeks massa tubuh (BMI) tinggi, kurang aktivitas fisik, penggunaan tembakau tanpa asap, kebiasaan mengunyah pinang/sirih, polusi udara, hingga paparan ultraviolet.

Laporan tersebut juga menekankan bahwa faktor lingkungan tidak merata antarwilayah. Di Asia Timur, kualitas udara yang buruk diperkirakan memicu sekitar 15 persen kasus kanker paru pada perempuan. Sementara pada laki-laki di Afrika Utara dan Asia Barat, angka yang dikaitkan dengan polusi bahkan dilaporkan bisa mencapai 20 persen.

Di luar gaya hidup dan lingkungan, agen infeksi menyumbang sekitar 10 persen kasus baru. Pada perempuan, infeksi HPV masih menjadi penyebab utama kanker serviks. WHO menilai capaian vaksinasi belum merata, sehingga perlindungan populasi di banyak tempat masih rendah.

Pada laki-laki, kanker lambung disebut memiliki proporsi lebih tinggi di sejumlah konteks, sering dikaitkan dengan kombinasi kebiasaan merokok serta infeksi bakteri. Faktor sosial seperti kepadatan hunian, keterbatasan air bersih, dan kebersihan yang buruk dapat memperbesar risiko.

Kepala Pengendalian Kanker WHO, André Illawi, menekankan pentingnya analisis pemodelan penyakit per negara agar kebijakan pencegahan lebih tepat sasaran. Rekomendasi utamanya mencakup intervensi medis lebih dini, pengurangan risiko kerja, dan penanganan polusi untuk melindungi kesehatan publik.

Intinya, pencegahan kanker bukan hanya urusan rumah sakit. Perubahan kebiasaan sehari-hari, kebijakan pengendalian rokok dan alkohol, lingkungan yang lebih bersih, serta perluasan vaksinasi dapat menjadi kombinasi kunci untuk mengurangi tekanan pada sistem kesehatan di masa depan.

Berita Terkait

DPRD Depok Susun Pokok Pikiran 2027 dari Tata Kelola hingga Banjir
Bojonegoro Perkuat Deteksi Dini TBC demi Mengejar Target Eliminasi 2030
Silaturahmi Idulfitri SMKN 1 Warungasem Hadirkan Guru Pendiri Sekolah
Empat Perahu Baru Dorong Tradisi Lomba Dayung Lebaran di Batang
Sidak Farhan di Tiga Kecamatan Tekankan ASN Aceh Besar Wajib Disiplin
Staf Ahli Bupati Aceh Besar Keliling Kecamatan Awasi Disiplin Pegawai
986 Mahasiswa Poltekkes Siap Perkuat Program Kesehatan Desa di Lampung Selatan
Sekda Aceh Besar Pastikan Tambahan TKD Pascabencana Tepat Sasaran dan Transparan

Berita Terkait

Sabtu, 28 Maret 2026 - 09:06 WIB

DPRD Depok Susun Pokok Pikiran 2027 dari Tata Kelola hingga Banjir

Sabtu, 28 Maret 2026 - 09:06 WIB

Bojonegoro Perkuat Deteksi Dini TBC demi Mengejar Target Eliminasi 2030

Sabtu, 28 Maret 2026 - 09:06 WIB

Silaturahmi Idulfitri SMKN 1 Warungasem Hadirkan Guru Pendiri Sekolah

Sabtu, 28 Maret 2026 - 09:06 WIB

Empat Perahu Baru Dorong Tradisi Lomba Dayung Lebaran di Batang

Kamis, 26 Maret 2026 - 19:11 WIB

Staf Ahli Bupati Aceh Besar Keliling Kecamatan Awasi Disiplin Pegawai

Berita Terbaru