Keluhan jalan berlubang sering berujung pada risiko kecelakaan, terutama di titik masuk perumahan yang padat lalu lintas. Karena itu, respons cepat di lapangan menjadi penting agar mobilitas warga tetap aman dan aktivitas harian tidak terganggu.
Di Depok, perbaikan dilakukan pada pintu masuk kawasan Sawangan Permai. Aksi ini melibatkan Tim Maung ASRI (Manusia Unggul, Aman, Sehat, Resik, dan Indah) bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok serta Kelurahan Sawangan Baru.
Perbaikan dilaksanakan pada Jumat (20/2/2026). Titik yang ditangani adalah jalan berlubang yang dinilai membahayakan, baik untuk pengendara roda dua maupun roda empat yang melintas setiap hari di akses utama kawasan tersebut.
Kolaborasi lintas unsur ini menunjukkan pola kerja yang menggabungkan respons komunitas dengan dukungan teknis pemerintah. Tim Maung ASRI hadir sebagai penggerak di lapangan, sementara perangkat daerah memastikan pekerjaan perbaikan berjalan sesuai standar pemeliharaan jalan.
Ketua Tim Maung ASRI, Tri Sakti Anggoro, menyampaikan bahwa timnya siap terus bersinergi. Ia juga mendorong warga untuk tidak ragu melaporkan persoalan lingkungan melalui kanal pengaduan yang tersedia agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.
Dari sisi teknis, Kepala UPT Pemeliharaan Jalan DPUPR Kota Depok, Sigit, menegaskan perbaikan ini bagian dari komitmen pemerintah menghadirkan infrastruktur yang aman dan nyaman. Menurutnya, kerja bersama menjadi kunci agar penanganan tidak berlarut-larut.
Lurah Sawangan Baru, Firman Septiady, turut mengapresiasi sinergi yang terjalin. Ia menegaskan dukungan kelurahan terhadap upaya perbaikan jalan demi kepentingan warga, terutama mereka yang setiap hari melewati akses Sawangan Permai untuk bekerja, sekolah, dan aktivitas ekonomi.
Selain memperbaiki titik berlubang, kegiatan ini juga menjadi pengingat pentingnya pemeliharaan rutin. Jalan yang terjaga tidak hanya mengurangi risiko kecelakaan, tetapi juga memperlancar arus kendaraan, menghemat waktu tempuh, dan menjaga kenyamanan lingkungan.
Dengan langkah cepat ini, warga diharapkan merasakan manfaat langsung: akses masuk yang lebih mulus, perjalanan lebih aman, dan adanya jalur koordinasi yang jelas antara masyarakat, kelurahan, serta DPUPR ketika masalah serupa muncul di kemudian hari.






