Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Depok menyiapkan enam program strategis untuk tahun 2027. Rancangan tersebut dituangkan ke dalam 11 kegiatan dan 29 subkegiatan yang difokuskan pada penguatan stabilitas politik, ketahanan ideologi, dan mitigasi konflik sosial.
Kepala Bakesbangpol Depok, Dudi Mi’raz, menjelaskan bahwa penyusunan Rencana Kerja (Renja) 2027 diselaraskan dengan visi pembangunan Kota Depok. Menurutnya, stabilitas sosial dan politik merupakan fondasi penting agar produktivitas masyarakat dapat tumbuh secara inklusif di wilayah perkotaan yang terus berkembang.
Salah satu program yang disiapkan adalah Program Penunjang Urusan Pemerintahan Daerah. Program ini mencakup enam kegiatan dan 13 subkegiatan, termasuk perencanaan dan evaluasi kinerja, administrasi keuangan dan kepegawaian, administrasi umum, serta pengadaan dan pemeliharaan barang milik daerah.
Bakesbangpol juga menempatkan Program Penguatan Ideologi Pancasila dan Karakter Kebangsaan sebagai prioritas. Implementasinya meliputi rapat koordinasi Forum Pembauran Kebangsaan, sosialisasi pembinaan ideologi Pancasila, Jambore Kebangsaan, Pendidikan Bela Negara, hingga pembinaan Paskibraka dan purna Paskibraka.
Di bidang politik, lembaga ini menjalankan Program Peningkatan Peran Partai Politik dan Lembaga Pendidikan. Kegiatannya mencakup bantuan keuangan partai politik, workshop pengelolaan keuangan parpol, lomba orasi pelajar SMA/SMK, sosialisasi pemilih pemula, FGD perkembangan politik, serta penguatan capaian Indeks Demokrasi Indonesia (IDI).
Pada aspek organisasi masyarakat, Bakesbangpol menyiapkan Program Pemberdayaan dan Pengawasan Organisasi Kemasyarakatan. Fokusnya antara lain bimbingan teknis kepemimpinan ormas, monitoring dan evaluasi, pelayanan pencatatan dan pengawasan ormas, jambore ormas, hibah ormas, serta penguatan Indeks Kinerja Ormas (IKO).
Sementara itu, ketahanan sosial diperkuat melalui program pembinaan dan pengembangan ketahanan ekonomi, sosial, dan budaya. Bentuk kegiatannya meliputi kemah pemuda lintas agama, dialog tokoh agama, rapat koordinasi P4GN, serta upaya penguatan Indeks Harmoni Indonesia.
Untuk menjaga kondusivitas wilayah, Bakesbangpol juga merancang Program Peningkatan Kewaspadaan Nasional dan Fasilitasi Penanganan Konflik Sosial. Program ini mencakup bimtek jejaring deteksi dini, sosialisasi pencegahan konflik, workshop kewaspadaan dini, pengawasan orang asing, serta penguatan koordinasi Forkopimda dan capaian Indeks Kewaspadaan Nasional (IKN).
Dudi berharap seluruh program tersebut mampu menjawab isu strategis 2027, dari penguatan ideologi hingga pencegahan konflik sosial. Dengan perencanaan yang matang dan kolaboratif, ia optimistis Depok dapat tetap aman, toleran, dan kondusif sehingga pembangunan berjalan maksimal.






