Bulan Ramadan kerap dianggap sebagai momen yang tepat untuk menurunkan berat badan. Namun pada praktiknya, tidak sedikit orang justru mengalami kenaikan berat badan selama menjalankan puasa. Kondisi ini dinilai berkaitan erat dengan pola makan dan kebiasaan harian yang berubah selama Ramadan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Devi Mayori, menjelaskan bahwa kenaikan berat badan saat puasa umumnya terjadi karena asupan makanan yang berlebihan saat sahur maupun berbuka. Menurutnya, kebiasaan makan berlebih sering kali tidak disadari karena muncul setelah menahan lapar seharian.
Ia menyoroti konsumsi makanan tinggi gula, lemak, dan kalori sebagai salah satu pemicu utama. Menu berbuka yang terlalu manis, gorengan berlebihan, serta porsi makan besar dalam waktu singkat dapat membuat total kalori harian melonjak, meski seseorang sedang berpuasa.
Selain pola makan, aktivitas fisik yang cenderung menurun selama Ramadan juga berperan dalam kenaikan berat badan. Devi menuturkan bahwa ketika tubuh menerima asupan energi tinggi tetapi penggunaannya rendah, kelebihan kalori akan disimpan dalam bentuk lemak.
Karena itu, ia mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap puasa otomatis membuat berat badan turun. Menurutnya, hasil yang diperoleh sangat bergantung pada cara mengatur makan, memilih jenis makanan, serta menjaga rutinitas bergerak selama bulan suci.
Devi menyarankan agar proses berbuka dilakukan secara bertahap dan tidak langsung makan dalam porsi besar. Ia menganjurkan memulai dengan air putih dan kurma, kemudian dilanjutkan makan utama secukupnya agar sistem pencernaan tidak kaget dan nafsu makan lebih terkendali.
Setelah salat Tarawih, masyarakat tetap boleh mengonsumsi camilan, tetapi sebaiknya memilih camilan sehat. Pendekatan ini dinilai lebih aman dibanding menghabiskan makanan tinggi kalori sekaligus pada saat berbuka, yang justru dapat memicu kelebihan asupan energi.
Ia juga menekankan pentingnya menu yang kaya protein, serat, sayuran, dan buah-buahan. Komposisi makanan seperti ini membantu rasa kenyang bertahan lebih lama, sehingga keinginan makan berlebih di malam hari maupun saat sahur bisa lebih terkontrol.
Tak kalah penting, Devi mengingatkan masyarakat untuk tetap berolahraga selama Ramadan. Aktivitas fisik ringan hingga sedang secara rutin dapat membantu menjaga kebugaran sekaligus menyeimbangkan asupan kalori agar tidak mudah menumpuk menjadi lemak tubuh.
Pesan utama dari Dinkes Depok adalah puasa akan bermanfaat bagi kesehatan bila dijalani dengan pola hidup yang tepat. Dengan mengatur porsi, memilih makanan lebih sehat, dan tetap aktif bergerak, masyarakat bisa menjalani Ramadan dengan tubuh lebih bugar tanpa harus khawatir berat badan naik.






