Sumedang Salurkan Rp9 Miliar Insentif bagi 4.500 Guru Ngaji

Avatar photo

- Penulis Berita

Selasa, 10 Maret 2026 - 21:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumedang Salurkan Rp9 Miliar Insentif bagi 4.500 Guru Ngaji

Sumedang Salurkan Rp9 Miliar Insentif bagi 4.500 Guru Ngaji

Peringatan Nuzulul Quran di Sumedang tahun ini diisi dengan langkah konkret untuk mendukung pendidikan keagamaan. Pemerintah Kabupaten Sumedang menyalurkan insentif bagi tenaga pendidik Diniyah, mulai dari guru TPA, TPQ, hingga DTA.

Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Dony Ahmad Munir bersama Wakil Bupati M. Fajar Aldila dalam rangkaian Silaturahmi Alim Ulama Tahun 2026 di Aula Tampomas PPS, Selasa (10/3/2026).

Total anggaran yang disalurkan mencapai Rp9 miliar untuk 4.500 guru ngaji yang tersebar di berbagai wilayah. Setiap penerima memperoleh Rp2 juta untuk satu tahun, dan penyaluran dilakukan langsung ke rekening masing-masing penerima.

Bupati Dony menegaskan, insentif ini merupakan bentuk penghargaan kepada para pendidik yang berperan membina akhlak dan moral generasi muda. Ia mengakui nilai yang diberikan tidak sebanding dengan besarnya pengabdian, namun diharapkan menjadi tanda hormat sekaligus dukungan nyata.

Dony juga menyampaikan harapan agar nilai insentif dapat meningkat pada tahun-tahun mendatang. Ia menekankan komitmen terhadap para guru ngaji tidak boleh surut, meski daerah menghadapi efisiensi anggaran dan ada pengurangan transfer dari pemerintah pusat sekitar Rp4 miliar.

Menurutnya, pendidikan keagamaan adalah fondasi sosial yang membantu menjaga ketahanan moral masyarakat. Ketika rumah ibadah hidup, pengajaran Qur’an berjalan, dan anak-anak terbiasa dengan nilai adab, maka masyarakat memiliki “rem” alami terhadap berbagai perilaku destruktif.

Dalam kesempatan yang sama, Pemkab Sumedang juga memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi 606 marbot masjid. Bupati menyampaikan apresiasi kepada para marbot yang menjaga kebersihan, kenyamanan, dan aktivitas masjid, sering kali datang paling awal untuk melayani jamaah.

Kegiatan ini memperlihatkan arah kebijakan yang menempatkan aktor-aktor sosial keagamaan sebagai mitra pembangunan: guru ngaji memperkuat pendidikan karakter, marbot menjaga ekosistem rumah ibadah, dan pemerintah menghadirkan dukungan yang lebih tertib melalui mekanisme anggaran serta perlindungan sosial.

Kalau ada profesi yang kerjanya sering sunyi tapi dampaknya berisik—dalam arti terasa—mungkin salah satunya guru ngaji. Mereka tidak selalu tampil di panggung, tapi sering membentuk panggung kehidupan anak-anak agar tidak mudah terseret arus.

Berita Terkait

DPRD Depok Susun Pokok Pikiran 2027 dari Tata Kelola hingga Banjir
Bojonegoro Perkuat Deteksi Dini TBC demi Mengejar Target Eliminasi 2030
Silaturahmi Idulfitri SMKN 1 Warungasem Hadirkan Guru Pendiri Sekolah
Empat Perahu Baru Dorong Tradisi Lomba Dayung Lebaran di Batang
Sidak Farhan di Tiga Kecamatan Tekankan ASN Aceh Besar Wajib Disiplin
Staf Ahli Bupati Aceh Besar Keliling Kecamatan Awasi Disiplin Pegawai
986 Mahasiswa Poltekkes Siap Perkuat Program Kesehatan Desa di Lampung Selatan
Sekda Aceh Besar Pastikan Tambahan TKD Pascabencana Tepat Sasaran dan Transparan

Berita Terkait

Sabtu, 28 Maret 2026 - 09:06 WIB

DPRD Depok Susun Pokok Pikiran 2027 dari Tata Kelola hingga Banjir

Sabtu, 28 Maret 2026 - 09:06 WIB

Bojonegoro Perkuat Deteksi Dini TBC demi Mengejar Target Eliminasi 2030

Sabtu, 28 Maret 2026 - 09:06 WIB

Silaturahmi Idulfitri SMKN 1 Warungasem Hadirkan Guru Pendiri Sekolah

Sabtu, 28 Maret 2026 - 09:06 WIB

Empat Perahu Baru Dorong Tradisi Lomba Dayung Lebaran di Batang

Kamis, 26 Maret 2026 - 19:11 WIB

Staf Ahli Bupati Aceh Besar Keliling Kecamatan Awasi Disiplin Pegawai

Berita Terbaru