Meta dikabarkan sedang memperluas langkahnya di ranah AI generatif dengan menyiapkan aplikasi khusus untuk fitur Vibes. Jika sebelumnya Vibes hadir sebagai bagian dari pengalaman Meta AI, kini perusahaan disebut menguji opsi memisahkan layanan itu menjadi aplikasi mandiri agar pengguna mendapat pengalaman yang lebih fokus.
Vibes sendiri digambarkan sebagai alat pembuat video AI vertikal yang gayanya dekat dengan format pendek ala TikTok. Dengan pendekatan video yang mudah dikonsumsi, Meta tampaknya menargetkan dua hal sekaligus. Pertama, memperbanyak konten yang bisa diproduksi cepat oleh pengguna. Kedua, menciptakan “bahan bakar” baru untuk sistem rekomendasi, karena video pendek terbukti mendorong keterlibatan tinggi.
Meta menyebut pemisahan aplikasi bisa memberi ruang eksplorasi yang lebih dalam. Saat sebuah fitur berada di aplikasi besar, perubahan kecil saja sering berdampak ke banyak komponen lain. Dengan aplikasi mandiri, tim dapat menambah fungsi baru tanpa takut “membebani” aplikasi utama. Ini juga membuat proses iterasi lebih cepat, karena pembaruan dapat difokuskan pada perilaku pengguna di satu konteks: membuat, menonton, dan berbagi video AI.
Langkah ini juga terasa sebagai jawaban atas persaingan yang makin ketat. Pasar video AI generatif bukan lagi sekadar eksperimen, tetapi arena rebutan perhatian. Kompetitor terus memperbarui kemampuan, termasuk menambah elemen karakter atau objek yang lebih kaya. Ada pula kabar kerja sama dengan studio besar yang membuka peluang memasukkan figur ikonik ke dalam kreasi pengguna, sebuah fitur yang berpotensi membuat pengalaman terasa “lebih pop” dan mudah viral.
Bagi Meta, situasinya tidak sederhana. Perusahaan punya sejarah menghadapi debat soal hak gambar dan penggunaan konten, sehingga setiap ekspansi AI generatif berpotensi memunculkan diskusi serupa. Namun dari sisi strategi produk, arah Meta tampak jelas: konten AI generatif akan dibuat semakin mudah diakses, semakin cepat dibuat, dan semakin mudah disebarkan.
Jika Vibes benar-benar dipisahkan menjadi aplikasi mandiri, setidaknya ada tiga dampak yang mungkin muncul. Pengalaman pengguna bisa lebih sederhana karena fitur inti tidak bercampur dengan menu lain. Fitur bisa bertambah tanpa membuat aplikasi utama terasa berat. Dan Meta bisa merespons tren komunitas lebih cepat, karena data perilaku pengguna terkumpul dalam satu pola pemakaian yang lebih spesifik.
Kesimpulannya, Meta sedang memposisikan video AI generatif sebagai salah satu pilar ekosistemnya. Bukan hanya sebagai fitur tambahan, melainkan sebagai produk yang bisa berdiri sendiri dan bertarung langsung di pasar konten AI yang sedang memanas.






