Menjelang Ramadan, kebutuhan pangan keluarga prasejahtera biasanya meningkat, sementara daya beli tak selalu mengikuti. Di momen inilah program bantuan pangan menjadi penopang penting agar keluarga rentan tetap memiliki akses bahan pokok.
Pusat Bantuan Kemanusiaan dan Pertolongan Raja Salman (KSrelief) bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyalurkan 7.000 paket pangan Ramadan dengan nilai total Rp6,4 miliar. Bantuan ditujukan bagi masyarakat prasejahtera di empat provinsi di Indonesia.
Distribusi paket dilakukan dengan pembagian yang terukur: Banten menerima 1.125 paket, DKI Jakarta 3.000 paket, Jawa Barat 1.375 paket, dan Jawa Tengah 1.500 paket. Sasaran penerima meliputi kelompok fisabilillah, fakir miskin, serta korban bencana yang membutuhkan dukungan pangan menjelang dan selama Ramadan.
Isi paket dirancang untuk kebutuhan harian keluarga, meliputi beras, minyak goreng, mi instan, sarden, kecap manis, saus, garam, dan gula. Komposisi ini dipilih karena merupakan barang pokok yang paling sering dibutuhkan saat persiapan sahur dan berbuka.
Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, pada Kamis, 12 Februari 2026. Perwakilan KSrelief Abdul Karim Al Yusuf hadir didampingi Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah Al-Amudi, dan bantuan diterima langsung Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A.
Ketua BAZNAS RI menyampaikan apresiasi atas dukungan yang berkelanjutan. Ia menilai bantuan seperti ini selalu dinantikan masyarakat setiap menjelang Ramadan dan menjadi penguat bagi keluarga yang kondisi rumah dan ekonominya masih terbatas.
Noor Achmad juga menyinggung bahwa program paket pangan Ramadan dari KSrelief telah berlangsung beberapa tahun, dari 2022 hingga 2026. Menurutnya, skema penyaluran lewat lembaga yang memiliki jaringan distribusi memungkinkan bantuan lebih tepat sasaran karena verifikasi penerima bisa dilakukan berlapis.
Dari pihak KSrelief, Abdul Karim Al Yusuf menyebut lembaganya telah menyalurkan bantuan ke lebih dari 70 negara. Untuk Indonesia, ia menyampaikan bahwa nilai bantuan tahun ini mencapai Rp6,4 miliar, menunjukkan perhatian yang kuat pada kebutuhan masyarakat penerima manfaat.
Duta Besar Arab Saudi Faisal Abdullah Al-Amudi menegaskan program ini mencerminkan hubungan yang erat antara Pemerintah Kerajaan Arab Saudi dan Pemerintah Republik Indonesia. Ia juga menekankan komitmen Arab Saudi dalam penyaluran bantuan kemanusiaan, khususnya bagi umat Islam menjelang Ramadan.
Penyaluran paket pangan seperti ini bukan hanya soal angka ribuan paket. Di tingkat keluarga, satu paket bisa berarti berkurangnya kecemasan tentang belanja pokok, terutama pada pekan-pekan awal Ramadan ketika pengeluaran cenderung naik.
Dengan kolaborasi KSrelief dan BAZNAS, bantuan diharapkan benar-benar sampai ke mereka yang paling membutuhkan: keluarga dengan kondisi ekonomi lemah, korban bencana yang sedang memulihkan kehidupan, serta kelompok yang berjuang memenuhi kebutuhan dasar di tengah tekanan biaya hidup.






