Bupati Kolaka Utara, H. Nurrahman Umar, menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham Tahun Buku 2025 dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tenggara atau Bank Sultra di Kendari, Jumat, 13 Maret 2026. Pertemuan ini menjadi forum penting untuk membahas kinerja perusahaan sekaligus arah penguatan bank daerah tersebut ke depan.
Rapat berlangsung di Aula Maju Bersama, Lantai 7 Tower Bank Sultra, dan dihadiri para pemegang saham dari pemerintah kabupaten dan kota se-Sulawesi Tenggara. Kehadiran kepala daerah sebagai pemegang saham menunjukkan bahwa Bank Sultra bukan hanya lembaga keuangan biasa, tetapi juga bagian dari instrumen pembangunan daerah yang sangat strategis.
Dalam agenda RUPS tahunan, pembahasan difokuskan pada pengesahan laporan keuangan yang mencakup neraca serta perhitungan laba rugi tahun buku 2025. Selain itu, pemegang saham juga membicarakan penetapan penggunaan laba bersih perseroan serta penunjukan kantor akuntan publik yang akan mengaudit laporan keuangan tahun buku 2026.
Para pemegang saham turut memberikan tanggapan atas laporan pertanggungjawaban direksi sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap kinerja manajemen. Tahapan ini dinilai penting untuk memastikan bahwa arah bisnis bank tetap berjalan sehat, profesional, dan selaras dengan kebutuhan pembangunan daerah.
Sementara itu, dalam RUPS Luar Biasa, perhatian diarahkan pada pemenuhan komposisi pengurus perseroan. Pembahasan ini menyentuh aspek tata kelola, karena struktur pengurus yang kuat dianggap menjadi fondasi penting untuk memperkuat arah kebijakan dan stabilitas manajemen Bank Sultra di tengah dinamika ekonomi yang terus berubah.
Bupati Kolaka Utara, Nurrahman Umar, menegaskan bahwa Bank Sultra memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah, terutama dalam memperluas akses pembiayaan bagi sektor usaha dan mendukung berbagai program pembangunan di kabupaten maupun kota. Menurutnya, bank daerah harus terus memperkuat kinerja dan profesionalismenya agar mampu memberi kontribusi lebih besar kepada masyarakat. Bank daerah itu jangan cuma punya gedung tinggi dan rapat panjang, tapi juga harus terasa manfaatnya sampai ke pelaku usaha kecil di lapangan.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah sebagai pemegang saham dengan manajemen Bank Sultra. Kolaborasi ini dinilai penting agar bank bisa tumbuh semakin kuat, tidak hanya dalam aspek bisnis, tetapi juga dalam fungsinya sebagai mitra pembangunan yang menopang pertumbuhan ekonomi daerah.
Rapat dipimpin langsung oleh Gubernur Sulawesi Tenggara selaku pemegang saham pengendali dan dihadiri komisaris, direksi Bank Sultra, serta perwakilan pemerintah daerah pemegang saham dari seluruh wilayah Sultra. Melalui forum ini, harapannya Bank Sultra dapat memperkokoh tata kelola, meningkatkan kinerja, dan memperluas perannya sebagai penggerak pembangunan ekonomi regional.






