Kegiatan berbagi takjil gratis oleh warga PSHW-TM Sub Ranting Belotan di Magetan berlangsung dengan pengamanan dari Babinsa dan Bhabinkamtibmas setempat. Aksi sosial itu digelar di pertigaan jalan utama Desa Belotan pada Rabu, 18 Maret 2026, dan menyasar para pengguna jalan yang masih berada dalam perjalanan menjelang waktu berbuka puasa.
Kehadiran aparat dalam kegiatan ini bukan sekadar untuk berjaga, tetapi juga memastikan pembagian takjil berjalan tertib, aman, dan tidak mengganggu arus lalu lintas di titik yang cukup ramai dilalui kendaraan. Di bulan Ramadan, niat baik tetap perlu diatur dengan baik juga, supaya berbagi berkah tidak berubah jadi bikin macet berkepanjangan.
Babinsa Koramil Tipe B 0804/13 Bendo, Sertu Suyono, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk partisipasi aktif dalam mendukung suasana kebersamaan selama Ramadan. Menurutnya, pembagian takjil ini ditujukan untuk membantu para pengguna jalan yang mungkin sedang terjebak perjalanan atau belum sempat menyiapkan makanan berbuka.
Ia menegaskan bahwa aksi berbagi ini juga menjadi bentuk kepedulian terhadap sesama, terutama bagi mereka yang masih berada di jalan saat waktu berbuka hampir tiba. Lewat kegiatan sederhana seperti ini, masyarakat diajak merasakan bahwa Ramadan bukan hanya soal ibadah pribadi, tetapi juga soal berbagi perhatian kepada orang lain yang sedang membutuhkan.
Takjil yang dibagikan berisi beragam makanan ringan dan minuman hangat, seperti kolak, teh hangat, serta kue-kue yang bisa langsung dikonsumsi penerima. Paket sederhana itu mungkin tidak mewah, tetapi cukup berarti bagi pengendara atau pelintas yang belum sempat berhenti untuk membeli makanan berbuka.
Ketua PSHW-TM Sub Ranting Belotan, Hery, mengapresiasi sinergi antara Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan warga dalam mendukung kelancaran kegiatan sosial tersebut. Menurutnya, dukungan dari aparat sangat membantu agar acara berjalan tertib sekaligus mempererat hubungan antara warga dan unsur keamanan di lingkungan desa.
Ia berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai agenda sekali lewat, tetapi bisa menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk terus memelihara semangat kebersamaan dan kepedulian di bulan Ramadan. Dalam suasana yang serba cepat dan padat, aksi kecil seperti memberi takjil justru sering jadi pengingat bahwa rasa syukur paling mudah terlihat saat orang mau berbagi.
Melalui kolaborasi antara warga dan aparat, kegiatan berbagi takjil di Belotan memperlihatkan bagaimana nilai sosial Ramadan bisa hadir langsung di ruang publik. Selain membantu pengguna jalan yang belum sempat berbuka, kegiatan ini juga memperkuat silaturahmi dan menghadirkan nuansa kebersamaan yang hangat di tengah aktivitas masyarakat yang terus berjalan.






