Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Batang menyalurkan bantuan sosial berupa paket sembako kepada para mustahik menjelang Idulfitri 2026. Bantuan ini menyasar penerima manfaat di lingkungan instansi Pemerintah Kabupaten Batang serta para pendidik di bawah naungan Kementerian Agama yang dinilai belum memperoleh penghasilan layak.
Secara rinci, Baznas Batang menyalurkan dana sebesar Rp150.500.000 dalam bentuk 700 paket sembako bagi mustahik di lingkup Pemkab. Sementara itu, Unit Pengumpul Zakat Kemenag setempat menyalurkan tambahan sekitar Rp450 juta dalam bentuk 1.500 paket sembako yang diperuntukkan bagi tenaga pendidik di bawah Kemenag.
Wakil Ketua Bidang Keuangan dan Pelaporan Baznas Batang, Slamet Siswadi, menjelaskan bahwa salah satu kelompok penerima bantuan adalah petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup. Sebanyak 273 tenaga kebersihan mendapatkan paket sembako agar kebutuhan mereka menjelang Lebaran bisa sedikit lebih ringan.
Ia menyebut penyaluran bantuan serupa sebelumnya juga telah dilakukan kepada sejumlah kelompok lain, seperti personel Satpol PP, pegawai Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, hingga para mualaf yang dinilai membutuhkan. Pola penyaluran ini menunjukkan bahwa zakat tidak berhenti pada simbol ibadah, tetapi benar-benar diarahkan untuk menjawab kebutuhan riil masyarakat.
Di sisi lain, Slamet mengungkapkan bahwa penghimpunan zakat dari kalangan ASN Kemenag di Batang sudah mencapai sekitar 99 persen. Namun, tingkat partisipasi ASN di lingkungan pemerintah daerah dinilai masih belum maksimal. Dari target Rp11 miliar, dana zakat yang terkumpul sepanjang 2025 baru sekitar Rp3,7 miliar.
Kondisi itu mendorong Baznas berharap adanya gerakan yang lebih kuat dari Pemkab Batang untuk menyosialisasikan pentingnya zakat kepada ASN. Menurut mereka, potensi zakat dari kalangan aparatur pemerintah masih sangat besar dan dapat diperluas manfaatnya bagi mustahik jika dikelola lebih optimal. Potensinya ada, tinggal jangan diperlakukan seperti grup WhatsApp kantor: ramai pas awal, lalu senyap saat dibutuhkan.
Sekretaris DLH Batang, Muhammad Khuzaini, mengapresiasi kepedulian Baznas yang rutin menyalurkan bantuan sembako kepada petugas kebersihan. Ia menjelaskan bahwa 273 penerima bantuan tersebut memang merupakan pekerja yang layak mendapat perhatian karena mayoritas masih berstatus P3K paruh waktu dan tergolong membutuhkan dukungan tambahan.
Salah satu penerima bantuan, Purwono, mengaku sangat terbantu dengan program yang rutin ia terima setiap menjelang Lebaran selama 11 tahun terakhir. Menurutnya, bantuan sembako dari Baznas sangat membantu kebutuhan sehari-hari keluarga. Harapannya, program semacam ini tidak hanya terus berjalan setiap tahun, tetapi juga semakin diperluas agar lebih banyak mustahik dapat merasakan manfaatnya.






