BAZNAS RI bersama Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan serta TNI Angkatan Laut memberangkatkan 1.448 pemudik beserta 503 sepeda motor menggunakan KRI Banda Aceh-593 dari Dermaga Kolinlamil TNI AL, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Program mudik gratis ini dijalankan untuk membantu masyarakat melakukan perjalanan pulang kampung dengan lebih aman dan nyaman menjelang Idulfitri 2026.
Rute pelayaran difokuskan menuju Semarang dan Surabaya. Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid menjelaskan bahwa kerja sama dengan TNI AL dalam program mudik gratis kembali dilakukan untuk membantu kelompok masyarakat yang membutuhkan, terutama mereka yang selama ini masih mengandalkan jalur darat yang rawan padat dan melelahkan.
Menurut Sodik, program ini bukan hanya menyediakan moda transportasi alternatif, tetapi juga memberi pengalaman mudik yang lebih layak bagi masyarakat. Ia menyebut peserta yang diberangkatkan berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari ibu rumah tangga, pengemudi ojek, asisten rumah tangga, mahasiswa, hingga pedagang. Banyak di antara mereka berangkat bersama keluarga, dan itu membuat program ini terasa lebih dari sekadar perjalanan biasa.
BAZNAS juga menyiapkan berbagai fasilitas penunjang selama pelayaran. Selain konsumsi bagi para pemudik, tersedia pula bingkisan untuk kru kapal dan dukungan layanan kesehatan agar perjalanan berlangsung aman. Dukungan ini menunjukkan bahwa mudik gratis bukan cuma soal mengangkut orang dari titik A ke titik B, tetapi juga memastikan mereka merasa dirawat selama perjalanan.
Sodik menambahkan bahwa untuk saat ini rute masih difokuskan ke Pulau Jawa. Namun, ia berharap jangkauan program ke depan dapat diperluas ke Sumatra dan daerah lainnya. Harapan tersebut sejalan dengan keinginan BAZNAS agar manfaat zakat yang dikelola bisa semakin luas dan dirasakan dalam bentuk program-program konkret yang dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Menko Polkam Djamari Chaniago menegaskan bahwa pemerintah berkewajiban menghadirkan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat yang akan mudik. Menurutnya, penggunaan kapal perang sebagai moda transportasi menjadi salah satu cara untuk mengurangi kepadatan lalu lintas darat sekaligus menekan risiko kecelakaan, khususnya bagi pemudik dari Jakarta menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Ia juga menjelaskan bahwa pengamanan dilakukan secara menyeluruh mulai dari titik keberangkatan hingga daerah tujuan. Pelibatan personel dan alutsista TNI dalam pengawalan memperlihatkan bahwa mudik tahun ini ditangani dengan pendekatan yang serius. Kepala Staf Angkatan Laut Muhammad Ali bahkan menegaskan bahwa program ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk membantu kelancaran mudik Lebaran.
Kolaborasi BAZNAS, TNI AL, dan pemerintah dalam program ini menunjukkan bahwa pelayanan publik saat Lebaran bisa hadir dalam bentuk yang kreatif sekaligus efektif. Dengan memanfaatkan KRI sebagai sarana mudik, masyarakat memperoleh alternatif perjalanan yang lebih aman, sementara beban jalur darat bisa berkurang. Di saat banyak orang hanya berharap sampai kampung dengan selamat, program seperti ini memberi cara pulang yang lebih tenang dan manusiawi.






