Program perbaikan rumah sering berhenti pada urusan tembok dan atap. Namun di Sumedang, Bupati Dony Ahmad Munir mendorong skema yang lebih “lengkap”: rumah dibenahi, perlindungan sosial dipastikan, dan akses penguatan ekonomi ikut disiapkan.
Hal itu disampaikan saat Buka Bersama Keluarga Besar AMS Distrik Sumedang di Sapphire City Park, Selasa (10/3/2026). Dony menegaskan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) untuk rehabilitasi rumah tidak layak huni (rutilahu) harus menjadi instrumen kesejahteraan, bukan sekadar proyek renovasi.
Menurutnya, Sumedang memperoleh kuota BSPS sebanyak 500 unit. Ia meminta penerima bantuan dipastikan berasal dari desil 1 hingga 4 kemiskinan berdasarkan data SEND, agar intervensi benar-benar menyasar kelompok yang paling membutuhkan.
Dony juga menekankan perlindungan dasar harus ikut melekat pada penerima. Mereka, kata dia, perlu dipastikan memiliki BPJS kesehatan dan BPJS ketenagakerjaan. Dengan begitu, ketika risiko kesehatan atau kerja terjadi, keluarga penerima bantuan tidak kembali jatuh dalam lingkar kemiskinan.
Yang menarik, Pemkab Sumedang berencana mengombinasikan BSPS dengan akses pembiayaan Kurda. Skema kredit daerah itu disebut memiliki bunga 3 persen per tahun, sehingga diharapkan dapat membantu kebutuhan pendukung perbaikan rumah atau kebutuhan produktif keluarga, tanpa membebani secara berlebihan.
Tidak berhenti di pembiayaan, Dony mengarahkan agar penerima BSPS juga mendapat pelatihan keterampilan. Tujuannya jelas: keluarga tidak hanya punya rumah yang lebih layak, tetapi juga punya peluang usaha atau akses kerja yang lebih kuat.
Ia menyebutkan rencana penyaluran ke industri melalui balai pelatihan kerja sebagai bagian dari pendekatan terpadu. Bagi pemerintah daerah, skema ini diharapkan menjadi jalan yang lebih efektif untuk mengentaskan kemiskinan: perumahan, pekerjaan, dan jaminan sosial bergerak bersamaan.
Dalam kesempatan itu, Dony turut menyampaikan apresiasi kepada Angkatan Muda Siliwangi (AMS) yang disebut konsisten memberi masukan dan kritik. Ia mengaku dukungan dan kontrol publik menjadi motivasi untuk bekerja lebih keras serta tidak mengecewakan masyarakat.
Jika rumah sudah rapi tapi penghasilan tetap rapuh, masalah hanya pindah tempat: dari lantai tanah ke lantai keramik. Karena itu, paket BSPS plus Kurda dan pelatihan kerja mencoba menjawab satu hal: orang butuh rumah yang layak, tapi juga butuh alasan kuat untuk tetap bertahan dan berkembang.






