China melangkah lebih dekat ke target mengirim manusia ke Bulan pada awal dekade 2030-an lewat satu rangkaian uji yang menekankan aspek keselamatan. Alih-alih hanya memamerkan mesin besar, pengujian kali ini menyorot skenario terpenting dalam penerbangan berawak: bagaimana menyelamatkan kru ketika misi harus dibatalkan.
Uji dilakukan di Pusat Peluncuran Antariksa Wenchang di Pulau Hainan pada 11 Februari. Dalam rangkaian tersebut, roket Long March 10 membawa kendaraan berawak generasi baru yang dikenal sebagai kapsul Mengzhou (sering juga disebut “Dream Vessel”) untuk pengujian ketinggian rendah.
Skemanya dirancang menyerupai menit-menit awal peluncuran. Setelah sekitar satu menit meluncur, kombinasi roket dan kapsul naik hingga kira-kira 10 kilometer. Pada fase tekanan aerodinamis maksimum (Max-Q), kapsul memisahkan diri dari roket pendorong untuk menguji kemampuan abort prosedur evakuasi kru jika terjadi kondisi darurat.
Setelah berpisah, kapsul memasuki fase turun dan pada ketinggian sekitar 8 kilometer sistem parasut diaktifkan. Tiga parasut dengan total luas lebih dari 2.400 meter persegi mengembang untuk menurunkan kecepatan kapsul dari sekitar 80 m/s menjadi di bawah 10 m/s.
Kapsul kemudian mendarat dengan mulus di area pendaratan yang sudah ditentukan di lepas pantai Hainan. Detail pendaratan ini penting karena menunjukkan pengendalian stabil saat fase turun—bagian yang sering menjadi penentu keberhasilan prosedur penyelamatan.
Uji tersebut juga menandai penerbangan pertama Long March 10 pada ketinggian rendah. Roket ini dikembangkan sebagai kendaraan peluncur terbesar China untuk misi Bulan berawak, dengan tinggi lebih dari 90 meter dan daya dorong lepas landas sekitar 2.700 ton.
Long March 10 disebut memiliki konfigurasi yang memungkinkan mengirim wahana berawak dan perangkat pendarat ke lintasan trans-lunar. Artinya, roket ini diposisikan sebagai tulang punggung program Bulan China, mulai dari membawa kru hingga mendukung pendaratan di permukaan.
Hal yang tak kalah disorot adalah rencana penggunaan ulang. Tahap pertama Long March 10 dirancang dapat dipakai kembali. Dalam uji ini, setelah kapsul memisahkan diri, tahap tersebut melakukan penyesuaian sikap dan mendarat secara vertikal ke laut—sebuah tonggak awal menuju konsep pemulihan dan penggunaan ulang di masa depan.
Di tengah uji teknis China, perhatian global ikut mengarah pada kompetisi program Bulan. NASA menargetkan pendaratan kru melalui misi Artemis 3 pada 2028, menggunakan pendarat berbasis Starship dari SpaceX. Namun jadwal itu bergantung pada keberhasilan misi-misi pendahulu, termasuk Artemis 2 yang direncanakan membawa kru mengitari Bulan.
Bagi China, uji prosedur abort ini memperlihatkan prioritas pada keselamatan kru—sebuah syarat mutlak untuk misi berawak jarak jauh. Jika rangkaian pengujian konsisten dan sistem pendaratan serta pemulihan makin matang, target awal 2030-an akan kian realistis untuk dikejar.






