Cloudflare: 2025 Jadi Tahun Rekor DDoS, Serangan Membeludak dan Telekomunikasi Jadi Target Utama

Avatar photo

- Penulis Berita

Sabtu, 7 Februari 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi DDOS (Freepik)

Ilustrasi DDOS (Freepik)

Tahun 2025 disebut menjadi titik balik besar untuk ancaman DDoS. Laporan berkala dari Cloudflare menggambarkan lonjakan serangan yang bukan sekadar meningkat, tetapi menembus skala yang dulu terasa mustahil untuk terjadi secara rutin. Angka total serangan yang terdeteksi sepanjang tahun disebut mencapai puluhan juta, dengan kenaikan tajam dibanding periode sebelumnya.

Di balik data besar itu, ada perubahan penting pada “jenis” serangan yang dominan. Serangan di lapisan jaringan muncul sebagai motor utama pertumbuhan, mendominasi sebagian besar insiden yang tercatat pada kuartal akhir. Artinya, pelaku tidak hanya mengejar gangguan layanan aplikasi, tetapi juga memukul fondasi lalu lintas jaringan dengan volume yang sangat tinggi.

Ukuran serangan pun melonjak ke level hiper-volumetrik. Salah satu kampanye yang paling disorot dilaporkan mampu mencapai puluhan terabit per detik, sekaligus memecahkan rekor publik. Ada juga fase serangan yang digambarkan mampu mendorong ratusan juta permintaan HTTP per detik. Pada skala seperti ini, “bertahan” bukan lagi soal menambah kapasitas sedikit demi sedikit, melainkan soal arsitektur mitigasi yang dirancang untuk menyerap gelombang data ekstrem.

Dinamika asal serangan dan wilayah target juga berubah cepat. Negara yang sebelumnya sering disebut sebagai sumber utama tidak lagi berada di posisi teratas, sementara negara lain justru naik menjadi kontributor besar. Di sisi korban, ada wilayah yang dilaporkan mengalami peningkatan tajam dan masuk daftar target teratas, seolah menegaskan bahwa faktor ekonomi dan geopolitik dapat tercermin di ruang siber.

Sektor yang paling terpukul juga bergeser. Telekomunikasi disebut sebagai target paling prioritas, menggeser industri lain yang sebelumnya dominan. Operator dan penyedia akses internet memang berada di garis depan, karena gangguan pada mereka bisa merembet ke banyak layanan di atasnya. Selain itu, serangan yang menargetkan ekosistem gim dan layanan AI generatif juga dilaporkan meningkat.

Cloudflare menekankan bahwa respons efektif harus mengandalkan otomasi. Mitigasi manual tidak mungkin mengejar kecepatan serangan modern. Karena itu, pendekatan kolaboratif juga ditekankan, seperti berbagi sinyal ancaman antarjaringan agar deteksi dan pemblokiran bisa dilakukan lebih cepat, sebelum serangan menyebar luas.

Kesimpulannya, 2025 memperlihatkan era baru: volume besar menjadi “normal baru”, target semakin strategis, dan pertahanan internet dituntut makin otomatis serta semakin kolektif.

Berita Terkait

Leica dan Xiaomi Hadirkan Ponsel Kamera dengan Kontrol Manual Lebih Serius
Galaxy A37 dan A57 Gandeng WEBTOON untuk Rebut Perhatian Gen Z
Samsung Galaxy Z Fold 8 Dirumorkan Bawa Pengisian Lebih Ngebut
Korea Selatan Uji Registrasi SIM dengan Verifikasi Wajah hingga Juni
Meta Dorong AI Gantikan Banyak Moderator Manusia di Platformnya
Malware Mobile Banking Meningkat, Laporan Soroti Ledakan Penipuan Android Tahun 2026
Google Maps Hadirkan Navigasi 3D yang Lebih Cerdas untuk Pengemudi
Perplexity Kenalkan Komputer AI Lokal Tanpa Bergantung pada Cloud
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 28 Maret 2026 - 09:06 WIB

Leica dan Xiaomi Hadirkan Ponsel Kamera dengan Kontrol Manual Lebih Serius

Kamis, 26 Maret 2026 - 19:11 WIB

Galaxy A37 dan A57 Gandeng WEBTOON untuk Rebut Perhatian Gen Z

Selasa, 24 Maret 2026 - 11:47 WIB

Samsung Galaxy Z Fold 8 Dirumorkan Bawa Pengisian Lebih Ngebut

Selasa, 24 Maret 2026 - 11:46 WIB

Korea Selatan Uji Registrasi SIM dengan Verifikasi Wajah hingga Juni

Minggu, 22 Maret 2026 - 12:32 WIB

Meta Dorong AI Gantikan Banyak Moderator Manusia di Platformnya

Berita Terbaru