Kegiatan donor darah yang digelar dalam rangkaian bazar di Perumahan Zamrud Village, Cilangkap, Tapos, berhasil mengumpulkan 27 kantong darah. Aksi kemanusiaan ini mendapat dukungan dari PMI Kota Depok yang menurunkan petugas kesehatan untuk melayani proses donor pada Sabtu, 28 Februari 2026.
Kepala Markas PMI Kota Depok, Imron Maulana, menyampaikan apresiasi kepada Paguyuban Zamrud Village yang menginisiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, kolaborasi komunitas warga seperti ini sangat penting dalam membantu ketersediaan stok darah sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial di lingkungan masyarakat.
Dari total darah yang terkumpul, PMI mencatat komposisinya terdiri dari 7 kantong golongan A, 8 kantong golongan B, 10 kantong golongan O, dan 2 kantong golongan AB. Sebaran ini menunjukkan bahwa partisipasi warga memberi kontribusi nyata bagi kebutuhan darah dengan berbagai golongan.
Meski demikian, tidak semua calon pendonor dapat melanjutkan proses donor. PMI menyebut ada 8 orang yang tidak memenuhi syarat karena beberapa faktor, seperti kadar hemoglobin (HB) terlalu tinggi, HB rendah, berat badan tidak mencukupi, serta kendala kesehatan lainnya.
Imron menjelaskan bahwa proses donor dilakukan dengan dukungan 4 bed dan 6 petugas kesehatan. Penyiapan fasilitas dan tenaga ini membantu memastikan pelayanan donor berjalan tertib, aman, dan sesuai prosedur medis bagi seluruh peserta.
Kegiatan donor darah yang digabungkan dengan bazar warga seperti ini memiliki nilai tambah karena mampu menarik partisipasi lebih luas. Warga yang datang untuk kegiatan lingkungan juga dapat terdorong ikut berdonor setelah mengetahui adanya layanan PMI di lokasi.
PMI Kota Depok menilai aksi donor darah bukan hanya soal jumlah kantong yang terkumpul, tetapi juga soal membangun kesadaran bahwa setetes darah yang disumbangkan bisa sangat berarti bagi orang lain yang membutuhkan transfusi. Pesan solidaritas ini menjadi inti dari kegiatan kemanusiaan di tingkat komunitas.
Apresiasi terhadap penyelenggara juga menunjukkan pentingnya peran warga dan paguyuban perumahan dalam mendukung program kesehatan masyarakat. Ketika komunitas aktif menginisiasi kegiatan sosial, dampaknya bisa langsung dirasakan, baik oleh lingkungan sekitar maupun penerima manfaat di fasilitas kesehatan.
Keberhasilan mengumpulkan 27 kantong darah di Tapos menjadi contoh bahwa aksi donor di skala lingkungan tetap efektif jika dikelola dengan baik dan didukung kolaborasi bersama PMI. Diharapkan kegiatan serupa terus berlanjut agar stok darah semakin terjaga dan semangat gotong royong warga semakin kuat.






