Menjelang Ramadan, suasana Masjid Raya Al-A’zhom Kota Tangerang dipenuhi nuansa refleksi dalam Pengajian Pegawai Pemerintah Kota Tangerang. Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa ibadah dan tanggung jawab pelayanan publik harus berjalan beriringan.
Wakil Wali Kota Tangerang, Maryono, membuka pengajian tersebut dan menekankan satu hal penting: etos kerja tidak boleh menurun hanya karena jadwal puasa berubah. Ia menilai disiplin waktu dan ketepatan pelaksanaan tugas menjadi fondasi kualitas pelayanan kepada warga.
Maryono mengingatkan, bila pekerjaan tidak dilaksanakan sesuai jadwal yang ditetapkan, dampaknya akan terasa luas. Pelayanan publik bisa terlambat, antrean urusan warga berpotensi menumpuk, dan pada akhirnya kepentingan masyarakatlah yang dikorbankan.
Karena itu, ia meminta seluruh ASN tetap menjaga ritme kerja. Ramadan, menurutnya, bukan alasan untuk melambat, melainkan momen untuk memperkuat integritas, tanggung jawab, dan profesionalisme dalam menjalankan amanah di kantor.
Ia juga mengaitkan suasana Ramadan dengan momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-33 Kota Tangerang. Maryono mengajak ASN menjadikan dua momen ini sebagai kesempatan mengevaluasi kontribusi yang sudah diberikan untuk kemajuan daerah.
“Bukan sekadar perayaan bertambahnya usia kota,” kurang lebih demikian pesan yang ia tekankan, “tetapi saat yang tepat untuk menilai apakah kita sudah memberi yang terbaik.” Jika belum maksimal, Ramadan menjadi ruang memperbaiki niat dan meningkatkan kualitas diri.
Dalam sesi tausyiah, pimpinan Pondok Pesantren An-Nuqthah, Zuhri Fauzi, memperkuat pesan tersebut dari sisi spiritual. Ia menekankan bahwa kualitas pekerjaan semestinya tidak turun di bulan suci, karena setiap amal dan pekerjaan akan dimintai pertanggungjawaban.
Menurut Zuhri, Ramadan justru bisa menjadi mesin penguat disiplin: waktu lebih teratur, niat diluruskan, dan kerja dijadikan bagian dari ibadah. Dengan cara itu, produktivitas tetap terjaga tanpa mengurangi kekhusyukan.
Pengajian ASN ini akhirnya menjadi pengingat bersama bahwa pelayanan publik adalah amanah harian. Dengan menjaga disiplin, ketepatan waktu, dan integritas, Pemkot berharap Ramadan di Kota Tangerang berjalan lebih tertib, sekaligus membuat layanan warga tetap optimal.






