Militer AS Dikabarkan Pertimbangkan Grok untuk Sistem Rahasia Pentagon

Avatar photo

- Penulis Berita

Rabu, 25 Februari 2026 - 12:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Grok

Grok

Wacana integrasi kecerdasan buatan ke sektor pertahanan Amerika Serikat kembali memanas setelah muncul laporan bahwa militer AS berencana memanfaatkan Grok, AI buatan xAI milik Elon Musk, dalam sejumlah sistem rahasia. Jika terealisasi, langkah ini akan menandai babak baru hubungan teknologi swasta dan kebutuhan keamanan nasional.

Menurut sejumlah sumber yang disebut dalam laporan, Departemen Pertahanan AS atau Pentagon mengarah pada Grok setelah proses negosiasi yang rumit dengan beberapa pemain AI lain. Situasi ini terjadi di tengah perlombaan AI global yang makin ketat, sekaligus meningkatnya kebutuhan militer terhadap sistem yang cepat, fleksibel, dan dapat diintegrasikan ke berbagai skenario operasional.

Salah satu titik gesekan utama disebut terjadi dengan Anthropic, pengembang Claude. Pentagon dikabarkan menginginkan penggunaan model AI untuk “semua penggunaan yang legal”, termasuk skenario yang sangat sensitif seperti pengawasan skala besar dan pengembangan sistem senjata otonom.

Anthropic disebut menolak permintaan itu karena pertimbangan etika, meski ada wacana penggunaan lapisan pengaman untuk membatasi alur pemakaian. Ketidaksepakatan ini membuat Pentagon mencari alternatif yang secara hukum lebih lentur terhadap definisi penggunaan yang diizinkan pemerintah.

Di tengah kondisi tersebut, Grok dari xAI muncul sebagai opsi yang dinilai lebih fleksibel. Meski beberapa pejabat disebut menilai tingkat kematangan atau keandalannya belum setara dengan teknologi pesaing tertentu, aspek legal dan ruang penggunaan yang lebih luas menjadi daya tarik utama bagi Pentagon.

Namun, transisi dari sistem AI lain ke Grok tidak dipandang sederhana. Mengganti AI yang sudah tervalidasi untuk misi intelijen, operasi lapangan, atau desain sistem sensitif tentu menimbulkan tantangan teknis, termasuk integrasi, verifikasi output, dan penyesuaian prosedur keamanan yang sudah ada.

Laporan tersebut juga menyinggung konteks lebih luas dalam kebijakan AI pemerintah AS. Administrasi Biden pada 2023 disebut meminta validasi beberapa model AI—termasuk Grok, ChatGPT, Gemini, dan Claude—untuk penggunaan pemerintah, menunjukkan bahwa persaingan antarplatform memang sudah masuk ranah negara sejak beberapa waktu lalu.

Dalam perkembangan lain, xAI disebut baru meluncurkan versi Grok yang ditujukan bagi agen federal. Langkah ini sempat memunculkan kontroversi tersendiri setelah model Grok dikaitkan dengan keluaran pernyataan ekstremis dalam satu insiden yang ramai dibahas publik, sehingga isu keamanan dan kendali model kembali menjadi perhatian.

Di saat bersamaan, Pentagon juga dilaporkan masih bernegosiasi dengan OpenAI dan Gemini untuk memperkuat perangkat AI yang ingin dibangunnya. Artinya, Grok belum tentu menjadi satu-satunya sistem, melainkan bisa menjadi bagian dari portofolio AI pertahanan yang lebih besar dan berlapis.

Situasi ini menggambarkan dilema klasik antara kebutuhan operasional militer dan batasan etika teknologi. Di satu sisi, Pentagon mencari solusi AI yang tangguh dan cepat dipakai menghadapi tantangan geopolitik. Di sisi lain, perusahaan teknologi memiliki batas penggunaan yang mereka anggap tidak bisa dinegosiasikan.

Jika integrasi Grok benar-benar berjalan, perdebatan soal penggunaan AI dalam bidang pertahanan kemungkinan akan semakin intens. Fokusnya bukan hanya pada kemampuan teknis model, tetapi juga pada akuntabilitas, pengawasan, dan sejauh mana negara dapat mengandalkan teknologi swasta untuk sistem yang bersifat rahasia dan berisiko tinggi.

Berita Terkait

Leica dan Xiaomi Hadirkan Ponsel Kamera dengan Kontrol Manual Lebih Serius
Galaxy A37 dan A57 Gandeng WEBTOON untuk Rebut Perhatian Gen Z
Samsung Galaxy Z Fold 8 Dirumorkan Bawa Pengisian Lebih Ngebut
Korea Selatan Uji Registrasi SIM dengan Verifikasi Wajah hingga Juni
Meta Dorong AI Gantikan Banyak Moderator Manusia di Platformnya
Malware Mobile Banking Meningkat, Laporan Soroti Ledakan Penipuan Android Tahun 2026
Google Maps Hadirkan Navigasi 3D yang Lebih Cerdas untuk Pengemudi
Perplexity Kenalkan Komputer AI Lokal Tanpa Bergantung pada Cloud

Berita Terkait

Sabtu, 28 Maret 2026 - 09:06 WIB

Leica dan Xiaomi Hadirkan Ponsel Kamera dengan Kontrol Manual Lebih Serius

Kamis, 26 Maret 2026 - 19:11 WIB

Galaxy A37 dan A57 Gandeng WEBTOON untuk Rebut Perhatian Gen Z

Selasa, 24 Maret 2026 - 11:47 WIB

Samsung Galaxy Z Fold 8 Dirumorkan Bawa Pengisian Lebih Ngebut

Selasa, 24 Maret 2026 - 11:46 WIB

Korea Selatan Uji Registrasi SIM dengan Verifikasi Wajah hingga Juni

Minggu, 22 Maret 2026 - 12:32 WIB

Meta Dorong AI Gantikan Banyak Moderator Manusia di Platformnya

Berita Terbaru