Di ajang Mobile World Capital Barcelona, CaixaBank memamerkan pendekatan baru yang menggabungkan data, cloud, dan agen cerdas untuk memperpendek perjalanan pembelian kendaraan. Melalui sebuah demo interaktif, pengunjung diajak mencoba asisten digital percakapan yang mampu “menemani” proses memilih mobil hingga opsi pembiayaan.
Demonstrasi tersebut menggunakan simulasi pembelian mobil melalui platform Facisitea Coches. Konsepnya dibuat mendekati interaksi dengan penasihat manusia: pengguna mengutarakan kebutuhan, lalu sistem merespons dengan pertanyaan lanjutan, rekomendasi, dan langkah berikutnya.
Yang menarik, proses personalisasi dilakukan secara real time. Perangkat ini menganalisis preferensi, batas anggaran, serta profil pengguna yang dimasukkan saat demo. Data tersebut lalu diproses di cloud untuk menghasilkan proposal yang lebih relevan, baik terkait kendaraan maupun skema pembiayaan.
Pendekatan ini menunjukkan bagaimana AI bisa menggeser pengalaman pelanggan dari sekadar “mencari informasi” menjadi “dibantu mengambil keputusan”. Alih-alih menumpuk brosur atau membuka banyak tab, pengguna mendapatkan ringkasan yang lebih terarah sesuai kebutuhan.
CaixaBank menekankan bahwa inovasi ini bukan sekadar pertunjukan panggung pameran. Bank tersebut memang sedang mempercepat transformasi digital dengan model kolaborasi: agen AI menangani hal-hal repetitif, sementara pengawasan manusia tetap hadir untuk menjaga kualitas layanan dan konteks keputusan.
Sejak musim panas sebelumnya, agen percakapan berbasis AI sudah membantu menjawab pertanyaan pelanggan melalui aplikasi mobile CaixaBank. Untuk memperkuat ekosistem itu, bank disebut menambah lebih dari 600 pakar digital pada 2025 guna memperluas penggunaan alat otomatis yang mendukung layanan.
Beberapa fungsi yang didorong mencakup penjadwalan janji, pembuatan laporan otomatis, hingga respons email yang lebih cerdas. Tujuannya agar tim bisa fokus pada pekerjaan bernilai tambah, sementara pelanggan mendapat layanan lebih cepat.
Di balik semua itu, CaixaBank menyoroti satu arah besar: meningkatkan otonomi pelanggan. Dengan alat yang lebih mudah digunakan, pelanggan bisa menyelesaikan banyak langkah tanpa harus selalu menunggu petugas. Bagi bank, ini berarti proses lebih efisien dan pengalaman lebih mulus.
Angka yang disampaikan dalam paparan mengilustrasikan potensi manfaat: retensi pelanggan bisa meningkat hingga 40% dan potensi pengabaian proses pembelian turun 28%. Meski angka itu sangat bergantung pada implementasi, idenya jelas: AI diposisikan sebagai pengurang hambatan di titik-titik yang selama ini membuat calon pembeli “mundur pelan-pelan”.
Jika tren ini konsisten, pengalaman membeli kendaraan ke depan akan semakin mirip konsultasi pribadi, tetapi berjalan dari layar ponsel. Singkatnya, pelanggan makin mandiri—dan petugas manusia bisa berhenti jadi “penjawab pertanyaan yang sama” setiap hari.






