Ajang budaya Mejeng Kesenian digelar di Literasi Kopi Indramayu pada Sabtu (14/02/26) dan sukses menarik perhatian warga. Beragam atraksi seni lokal ditampilkan, mulai dari Tari Topeng hingga Sintren, sebagai upaya memperkenalkan kembali kekayaan tradisi Dermayu.
Panitia menggandeng pelaku seni daerah, termasuk sanggar tari dan komunitas kampus, untuk mempertegas pentingnya kolaborasi lintas komunitas dalam menjaga warisan budaya tetap hidup di tengah arus zaman.
Dalam momentum tersebut, Nok-Nang Dermayu 2026 resmi dibuka. Tahun ini ada pembaruan penting: batas usia peserta ditetapkan minimal 16 tahun dan maksimal 24 tahun. Ketentuan baru ini diharapkan menjaring talenta muda dari kalangan pelajar, mahasiswa, hingga perwakilan instansi.
Ketua Pelaksana Putri Nikoma menyampaikan bahwa peran anak muda sangat krusial agar kesenian daerah tetap menjadi identitas kebanggaan masyarakat. Ketua Paguyuban Noknang Dermayu, Wanto, turut mengimbau sekolah, universitas, dan instansi di Indramayu agar mempersiapkan perwakilan terbaiknya.
Perpaduan panggung budaya dan regenerasi duta daerah ini menunjukkan komitmen untuk mencetak generasi muda yang berprestasi, berdaya saing, serta tetap berakar pada budaya lokal.






