Pemerintah Kabupaten Sumedang menempatkan Kecamatan Jatinangor sebagai salah satu kawasan strategis yang terus dipercepat pembangunannya. Fokus kebijakan diarahkan pada infrastruktur, penguatan lingkungan, serta program kesejahteraan agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat.
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menegaskan bahwa pembangunan di Jatinangor tidak boleh berhenti pada hasil fisik yang terlihat. Menurutnya, keberhasilan pembangunan harus diukur dari dampaknya terhadap kualitas hidup warga, keamanan lingkungan, dan peningkatan aktivitas ekonomi setempat.
Pernyataan tersebut disampaikan saat Safari Ramadan di Dusun Margalaksana, Desa Hegarmanah. Dony mengaitkan semangat pembangunan dengan nilai ketakwaan, yakni sama-sama menuntut praktik nyata, bukan sekadar ucapan atau tampilan luar yang tidak menyentuh kebutuhan masyarakat.
Dalam sektor infrastruktur, Pemkab Sumedang akan meningkatkan kualitas jalan, memperbaiki sistem drainase, dan menambah penerangan jalan umum (PJU) di sejumlah titik Jatinangor. Penambahan lampu jalan dinilai penting untuk meningkatkan rasa aman warga, terutama pada malam hari.
Selain itu, bantuan perbaikan rumah tidak layak huni (Rutilahu) juga menjadi salah satu prioritas. Bupati menyebutkan sekitar 40 unit rumah ditargetkan mendapat bantuan tahun ini, dengan semangat gotong royong masyarakat tetap didorong agar jangkauan manfaatnya lebih luas.
Di bidang lingkungan, Dony kembali mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi musim hujan. Aparatur kecamatan hingga desa diminta aktif menyampaikan informasi prakiraan cuaca kepada warga, terutama bagi masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir maupun longsor.
Ia menekankan bahwa perlindungan terhadap keselamatan warga merupakan tugas utama pemimpin. Karena itu, koordinasi cepat dan penyampaian informasi peringatan dini menjadi bagian penting dalam tata kelola wilayah, bukan sekadar pelengkap program pembangunan fisik.
Bupati juga mendorong gerakan 3M untuk mencegah demam berdarah serta kebiasaan memilah sampah dari sumbernya. Program Jumat Bersih, penataan saluran air, dan disiplin membuang sampah pada tempatnya dinilai sebagai langkah praktis untuk menjaga lingkungan tetap sehat.
Tak hanya infrastruktur dan kebersihan, arah pembangunan Jatinangor juga dikaitkan dengan penguatan UMKM, peningkatan layanan publik, dan percepatan perizinan investasi. Namun, pemerintah menegaskan proses investasi tetap harus memperhatikan tata ruang serta aspek keamanan lingkungan.
Melalui kombinasi pembangunan fisik dan sosial tersebut, Pemkab Sumedang berharap Jatinangor tumbuh sebagai kawasan ekonomi yang maju sekaligus nyaman dihuni. Pendekatan ini menempatkan kesejahteraan warga sebagai tujuan utama, bukan hanya mengejar proyek semata.






