Pemerintah Kabupaten Sumedang kembali menegaskan fokusnya pada perbaikan akses jalan di kawasan Kecamatan Cimanggung. Salah satu ruas yang menjadi perhatian adalah jalur Cicabe–Cikandang, yang selama ini kerap dikeluhkan warga karena kondisi tanjakan dan titik-titik rawan rusak.
Saat meninjau langsung lokasi di Dusun Cibenda, Desa Cikahuripan, Kecamatan Pamulihan pada Selasa, 10 Februari 2026, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyebut proyek tersebut berjalan bertahap. Ia menekankan, pembiayaan tidak hanya mengandalkan anggaran daerah, tetapi juga memanfaatkan dukungan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk bagian tertentu.
Menurut Dony, sejumlah pekerjaan sudah dilakukan pada periode anggaran sebelumnya. Ia menyebut ada penanganan di beberapa puluh meter tanjakan yang dikerjakan melalui CSR, kemudian dilanjutkan lagi lewat skema APBD Perubahan yang menyasar ruas Cicabe–Cikandang, terutama di Blok Cibenda.
Ia menyampaikan bahwa sebagian aspirasi warga Cikahuripan, khususnya di wilayah Cibenda, sudah terealisasi. Namun, masih ada bagian lain yang membutuhkan kelanjutan pekerjaan agar jalur tersebut benar-benar nyaman dilalui, terutama untuk mobilitas harian dan distribusi barang.
Dony meminta masyarakat bersabar karena pekerjaan lanjutan sudah diproyeksikan untuk dituntaskan dalam rangkaian pengerjaan tahun 2026. Targetnya, sambungan perbaikan dari Cibenda menuju Cikandang bisa selesai sehingga jalur utama tersebut tidak lagi menjadi bottleneck saat cuaca buruk atau beban kendaraan meningkat.
Dalam penjelasannya, Dony menegaskan bahwa penanganan jalan kabupaten di wilayah Cimanggung secara umum sudah mendekati “beres.” Ia mengatakan sebagian besar ruas telah ditangani, dan pemerintah daerah menargetkan kualitas permukaan jalan semakin merata agar perjalanan warga lebih aman dan lebih cepat.
Selain Cicabe–Cikandang, ia juga menyebut ruas Parakan Muncang–Sindulang berada dalam daftar pekerjaan yang dikejar rampung pada tahun ini. Jika dua ruas utama tersebut selesai, pemerintah tinggal melakukan tahap perapihan di sejumlah titik kecil yang masih memerlukan pembenahan.
Dony menilai pembangunan infrastruktur jalan tidak hanya soal estetika jalan mulus, tetapi berdampak langsung pada aktivitas ekonomi, akses layanan dasar, hingga keselamatan pengguna jalan. Karena itu, ia menekankan perlunya penyelesaian bertahap yang konsisten agar hasilnya tahan lama.
Dengan kombinasi dukungan APBD Perubahan dan CSR, Pemkab Sumedang berharap progres perbaikan semakin cepat tanpa mengorbankan kualitas. Pemerintah daerah juga berkomitmen tetap mendengar masukan warga agar prioritas pembangunan benar-benar menyentuh kebutuhan paling mendesak.






