Pemkot Depok Perketat Pantauan Harga Pangan Menjelang Idulfitri 2026

Avatar photo

- Penulis Berita

Minggu, 22 Februari 2026 - 13:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pangan (Ilustrasi Freepik)

Pangan (Ilustrasi Freepik)

Menjelang Ramadhan hingga puncak belanja jelang Idulfitri 2026, Pemerintah Kota Depok memilih bersikap lebih waspada. Isu kenaikan harga bahan pokok dianggap bukan sekadar rumor musiman, melainkan risiko nyata yang dapat menekan daya beli keluarga.

Pengawasan itu dijalankan lewat Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Depok. Intinya sederhana: memastikan harga di lapangan tidak melampaui batas kewajaran, sekaligus menutup ruang bagi praktik penimbunan yang kerap muncul saat permintaan naik.

Dalam kegiatan pemantauan, DKP3 tidak bergerak sendiri. Mereka melakukan monitoring bersama Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional (Bapanas) Sarwo Edhy, unsur Polda Metro Jaya, Polres Depok, serta Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin). Titik pantau mencakup pasar tradisional hingga ritel modern.

Kepala DKP3 Depok, Dadan Rustandi, menyebut fokus utama adalah kecocokan harga dengan aturan yang berlaku, terutama Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Acuan Penjualan (HAP). Dengan standar ini, pemerintah punya patokan jelas untuk menilai apakah kenaikan masih wajar atau sudah mengarah ke spekulasi.

Hasil pemantauan terbaru menunjukkan beberapa komoditas masih berada dalam rentang yang ditetapkan. Beras medium terpantau Rp13.500 per kilogram dan beras premium Rp14.900 per kilogram. Produk minyak goreng Minyakita juga masih berada di kisaran Rp15.700 per liter.

Namun, tidak semua komoditas bergerak stabil. Cabai rawit merah menjadi salah satu sorotan karena angkanya dilaporkan mencapai Rp120.000 per kilogram. Lonjakan pada komoditas cabai kerap terjadi karena pasokan sensitif terhadap cuaca, distribusi, serta perubahan permintaan yang cepat.

Dadan menjelaskan, mendekati Idulfitri biasanya terjadi dorongan permintaan yang membuat harga mudah bergerak. Karena itu, Pemkot Depok memperkuat pemantauan secara rutin—bahkan disebut telah dilakukan secara harian sejak 14 Januari—agar gejala kenaikan bisa dibaca sejak awal.

Upaya ini bukan hanya soal angka di papan harga. Pemkot juga menaruh perhatian pada kelancaran distribusi dan ketersediaan stok. Ketika stok aman dan arus barang lancar, ruang untuk permainan harga menjadi lebih sempit, sehingga masyarakat tidak terjebak pada harga yang “tiba-tiba” melonjak.

Dengan koordinasi lintas instansi dan inspeksi yang berkelanjutan, pemerintah kota berharap kebutuhan pangan warga menjelang Idulfitri tetap terpenuhi. Target besarnya adalah stabilitas: harga terjaga, distribusi tidak tersendat, serta daya beli masyarakat tetap terlindungi selama periode konsumsi tinggi.

Berita Terkait

DPRD Depok Susun Pokok Pikiran 2027 dari Tata Kelola hingga Banjir
Bojonegoro Perkuat Deteksi Dini TBC demi Mengejar Target Eliminasi 2030
Silaturahmi Idulfitri SMKN 1 Warungasem Hadirkan Guru Pendiri Sekolah
Empat Perahu Baru Dorong Tradisi Lomba Dayung Lebaran di Batang
Sidak Farhan di Tiga Kecamatan Tekankan ASN Aceh Besar Wajib Disiplin
Staf Ahli Bupati Aceh Besar Keliling Kecamatan Awasi Disiplin Pegawai
986 Mahasiswa Poltekkes Siap Perkuat Program Kesehatan Desa di Lampung Selatan
Sekda Aceh Besar Pastikan Tambahan TKD Pascabencana Tepat Sasaran dan Transparan

Berita Terkait

Sabtu, 28 Maret 2026 - 09:06 WIB

DPRD Depok Susun Pokok Pikiran 2027 dari Tata Kelola hingga Banjir

Sabtu, 28 Maret 2026 - 09:06 WIB

Bojonegoro Perkuat Deteksi Dini TBC demi Mengejar Target Eliminasi 2030

Sabtu, 28 Maret 2026 - 09:06 WIB

Silaturahmi Idulfitri SMKN 1 Warungasem Hadirkan Guru Pendiri Sekolah

Sabtu, 28 Maret 2026 - 09:06 WIB

Empat Perahu Baru Dorong Tradisi Lomba Dayung Lebaran di Batang

Kamis, 26 Maret 2026 - 19:11 WIB

Staf Ahli Bupati Aceh Besar Keliling Kecamatan Awasi Disiplin Pegawai

Berita Terbaru