Pemerintah Kota Tangerang menegaskan komitmennya menjaga suasana Ramadan tetap tertib dan aman. Sejumlah aktivitas yang berpotensi memicu keributan atau mengganggu ibadah diminta untuk dihentikan, terutama yang sering menimbulkan keluhan warga pada malam hingga dini hari.
Langkah ini merupakan tindak lanjut atas imbauan dari Polres Metro Tangerang Kota yang dikeluarkan beberapa hari sebelumnya. Pemkot menilai upaya pencegahan harus dilakukan sejak awal agar gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tidak berkembang menjadi masalah yang lebih besar.
Kepala Satpol PP Kota Tangerang, Irman Pujahendra, menyebut beberapa kegiatan yang menjadi perhatian utama. Di antaranya adalah Sahur On The Road (SOTR) yang sering berujung konvoi, balap liar yang membahayakan pengguna jalan, serta kebiasaan menyalakan petasan yang menimbulkan kebisingan dan rasa tidak nyaman.
Menurut Irman, pelarangan bukan sekadar melarang tanpa solusi, melainkan upaya menciptakan ruang ibadah yang lebih khusyuk. Ramadan seharusnya menjadi momen memperkuat kebersamaan, bukan ajang unjuk adrenalin di jalanan atau aktivitas yang memicu potensi konflik.
Untuk memastikan kebijakan berjalan, Satpol PP akan meningkatkan patroli wilayah secara berkala. Personel diturunkan berkeliling titik-titik rawan pada jam-jam yang selama ini sering menjadi waktu terjadinya gangguan, terutama menjelang sahur dan setelah tarawih.
Pemkot juga mengingatkan peran keluarga, khususnya orang tua. Irman meminta pengawasan terhadap anak-anak diperkuat, termasuk memastikan mereka berada di rumah pada malam hari dan tidak ikut-ikutan kegiatan yang bisa berujung pada pelanggaran atau membahayakan diri sendiri.
Di lapangan, sosialisasi mulai digencarkan di seluruh wilayah. Pemerintah berharap warga memahami bahwa aturan ini dibuat untuk kepentingan bersama: menjaga kenyamanan lingkungan, mengurangi risiko kecelakaan, dan mencegah aksi yang dapat meresahkan tetangga.
Selain aparat, masyarakat diajak ikut aktif menjaga kondusivitas. Warga dapat melapor kepada petugas Trantib setempat bila menemukan aktivitas yang mengarah pada keributan, balap liar, atau penggunaan petasan yang mengganggu.
Dengan kerja sama antara warga, keluarga, dan aparat, Pemkot Tangerang menargetkan Ramadan berlangsung lebih tertib. Fokusnya sederhana: ibadah berjalan tenang, ruang publik aman, dan aktivitas malam tidak berubah menjadi sumber masalah bagi lingkungan.






