Banjarnegara menjadi titik temu para staf ahli kepala daerah dari sejumlah wilayah dalam agenda penguatan peran strategis mereka di pemerintahan. Forum yang mempertemukan para pemberi masukan kebijakan ini tidak hanya membahas agenda organisasi, tetapi juga memotret tantangan pembangunan yang makin rumit.
Wakil Bupati Banjarnegara, Wakhid Jumali, mengukuhkan Pengurus Forum Staf Ahli Kepala Daerah (FORSAKADA) Provinsi Jawa Tengah masa bhakti 2026–2028. Acara pengukuhan berlangsung di Fox Haris Hotel and Convention Banjarnegara pada Kamis, 12 Februari 2026.
Pengukuhan tersebut berada dalam rangkaian rapat kerja forum yang dijadwalkan berlangsung pada 11–13 Februari 2026. Dalam rapat kerja itu ditetapkan 16 anggota pengurus baru, termasuk Drs. Aryo Widyandoko sebagai Ketua Umum dan Drs. Tulus Sugiharto, M.Si sebagai Wakil Ketua I.
Melalui sambutan Bupati Banjarnegara dr. Amallia Desiana yang dibacakan, Wabup Wakhid Jumali menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Banjarnegara sebagai tuan rumah. Menurutnya, forum ini memiliki nilai strategis karena mempertemukan staf ahli yang berperan sebagai mitra kepala daerah dalam merumuskan kebijakan publik.
Wakhid menekankan bahwa FORSAKADA bukan forum seremonial belaka. Dalam situasi perubahan yang cepat, pembangunan daerah dihadapkan pada persoalan yang kompleks dan multidimensi: kemiskinan, ketimpangan wilayah, penguatan ekonomi lokal, kualitas sumber daya aparatur, reformasi birokrasi, hingga transformasi digital pemerintahan.
Ia berharap para staf ahli mampu menghadirkan perspektif yang objektif, independen, dan berbasis data. Dengan cara itu, masukan yang disampaikan kepada kepala daerah bisa lebih tajam, solutif, dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
Acara diikuti staf ahli kepala daerah dari kabupaten/kota se-Jawa Tengah, serta peserta dari wilayah lain seperti Kalimantan Utara, Lampung, dan Jawa Timur. Sejumlah pejabat staf ahli gubernur juga hadir, di antaranya bidang ESDM dan kemasyarakatan, bidang ekonomi-keuangan-pembangunan, serta bidang hukum dan pemerintahan politik dari daerah terkait.
Sambutan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi yang dibacakan oleh Staf Ahli bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Supriyanto, S.P., M.P., menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas staf ahli. Ia menekankan kebutuhan komunikasi yang baik, dukungan data dan informasi yang akurat, jejaring kerja efektif, serta kolaborasi kuat dengan para pemangku kepentingan.
Dalam sambutan itu juga disebut masih ada hambatan pada pelaksanaan fungsi strategis staf ahli. Karena itu, diperlukan upaya bersama agar kontribusi staf ahli benar-benar terasa bagi kepala daerah dalam mendorong kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Ketua Umum terpilih Aryo Widyandoko menyampaikan tema kerja “Membangun Kinerja Staf Ahli yang Kritis dan Kompeten”. Ia menyinggung isu-isu yang berkembang, termasuk soal korupsi di pusat dan daerah, serta catatan terkait pelaksanaan program yang menyasar masyarakat luas agar manfaatnya tidak berhenti di konsep, tetapi nyata di lapangan.
Rangkaian pengukuhan dan rapat kerja ini pada akhirnya menegaskan satu hal: staf ahli tidak cukup hanya “mengetahui”, tetapi dituntut mampu mengubah data dan dinamika lapangan menjadi rekomendasi kebijakan yang terukur. Di tengah tuntutan publik yang kian tinggi, kualitas masukan menjadi salah satu penentu kualitas keputusan.






