Suasana Ramadan 1447 Hijriah di Meruya Utara, Jakarta Barat, diisi dengan kegiatan edukatif yang menyasar anak-anak hingga remaja. Sebanyak 30 peserta mengikuti Pesantren Kilat yang digelar di Rumah Belajar Tiga Siku, Jalan Aries Elok I No 16, RT 01/06, Kelurahan Meruya Utara, Kecamatan Kembangan, pada Senin, 23 Februari 2026.
Program ini diinisiasi oleh komunitas Muda Jakarta dan dilaksanakan bersama Rumah Belajar Tiga Siku sebagai lokasi utama kegiatan. Kehadiran program tersebut dipandang sebagai upaya menumbuhkan semangat belajar agama, kedisiplinan, serta kebiasaan baik selama bulan suci.
Lurah Meruya Utara, Agustiawan, menilai pesantren kilat ini menunjukkan konsistensi pembinaan karakter dan spiritualitas generasi muda di wilayahnya. Ia melihat kegiatan semacam ini bukan hanya seremonial, melainkan proses pembelajaran yang bisa membentuk kebiasaan positif.
Menurut Agustiawan, dukungan lintas unsur menjadi kekuatan utama program ini. Pesantren kilat didukung penuh oleh Rumah Belajar Tiga Siku, Baznas Bazis Jakarta Barat, serta kolaborator lainnya, sehingga suasana belajar terasa hangat, edukatif, dan bermakna bagi peserta.
“Kami mengapresiasi terselenggaranya kegiatan positif yang memberikan dampak nyata bagi generasi muda di lingkungan. Harapannya, program ini terus berlanjut dan berkembang,” ujar Agustiawan.
Ketua Muda Jakarta, Adib Bukhori, menjelaskan kegiatan ini berlangsung selama 23–28 Februari 2026. Peserta yang hadir berasal dari rentang usia anak-anak sampai remaja, dan mereka mengikuti rangkaian agenda yang dirancang untuk menguatkan nilai keagamaan, membangun disiplin, dan menumbuhkan kebersamaan.
Rangkaian kegiatan mencakup pembinaan akhlak, pembelajaran dasar keislaman, sesi motivasi, serta aktivitas kebersamaan yang mendorong semangat ukhuwah. Panitia juga menaruh perhatian pada penguatan kepemimpinan sejak dini agar peserta terbiasa mengambil peran positif di lingkungan sekitarnya.
Adib menyampaikan penghargaan kepada pihak-pihak yang membantu, baik berupa tenaga, pikiran, maupun dukungan materi. Ia menegaskan, keberhasilan kegiatan bukan hanya karena kerja panitia, melainkan juga karena sinergi komunitas, pemerintah, dan mitra yang mendukung.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung, baik tenaga, pikiran, maupun materi. Insya Allah kegiatan ini akan terus menjadi agenda rutin tahunan sebagai komitmen kami dalam membangun generasi yang berakhlak, berilmu, dan berdaya,” kata Adib.
Dengan terlaksananya pesantren kilat tahun kedua ini, penyelenggara berharap semangat kolaborasi dan kepedulian sosial semakin tumbuh. Program ini juga diharapkan memperkuat sinergi antara komunitas, pemerintah, dan mitra, sekaligus menghadirkan ruang belajar yang aman dan bermanfaat bagi anak-anak serta remaja, khususnya di Jakarta Barat.






