Polres Metro Depok menyiapkan langkah pembinaan bagi remaja yang terlibat tawuran dan bermain petasan selama bulan suci Ramadan. Para pelanggar akan dibina melalui program pesantren kilat (sanlat) sebagai upaya pembentukan karakter.
Kapolres Metro Depok Kombes Pol Abdul Waras mengatakan potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat selama Ramadan, khususnya tawuran remaja, menjadi perhatian serius. “Dalam menghadapi bulan suci Ramadan, yang menjadi perhatian kami adalah masalah tawuran. Anak-anak yang terlibat tawuran nantinya akan kami ikutkan dalam program pesantren kilat,” ujarnya.
Kebijakan tersebut diambil berdasarkan masukan masyarakat yang menginginkan suasana aman dan kondusif selama Ramadan di Kota Depok. Masukan itu, antara lain, diperoleh saat kegiatan Ngopi Bersama IJTI Korda Depok, Komunitas K3D, dan Kodim 0508/Depok pada Jumat (13/02/2026).
Menurut Abdul Waras, pembinaan melalui pesantren kilat diharapkan menekan angka kenakalan remaja dan membentuk karakter yang lebih baik. Ia menegaskan pihaknya tidak segan mengambil tindakan pembinaan bagi remaja yang masih nekat melakukan pelanggaran.
Selain tawuran, Polres Metro Depok juga menyoroti bahaya petasan bagi keselamatan dan ketertiban. Untuk mendukung program pembinaan, kepolisian akan berkoordinasi dengan Pemkot Depok melalui dinas terkait agar pelaksanaan berjalan optimal.






