Jajaran Polsek Mataram bergerak cepat membubarkan keributan sekelompok pemuda di sebuah rumah kos di Banjar Intaran, Kelurahan Pagutan Timur, Kota Mataram, setelah menerima laporan warga melalui Call Center 110. Peristiwa itu terjadi pada Minggu dini hari, 22 Maret 2026.
Laporan diterima sekitar pukul 01.45 WITA, saat warga sekitar merasa terganggu oleh kegaduhan yang muncul di jam istirahat malam. Respons cepat aparat menjadi faktor penting karena situasi seperti ini bisa dengan mudah membesar jika dibiarkan terlalu lama.
Kapolsek Mataram AKP Mulyadi menjelaskan, begitu laporan masuk, tim piket fungsi langsung diarahkan menuju lokasi. Setibanya di tempat kejadian, petugas menemukan sekelompok pemuda yang sedang terlibat keributan dan memicu keresahan lingkungan sekitar rumah kos tersebut.
Petugas kemudian mengambil langkah pembubaran dan memberikan pembinaan secara langsung kepada para pemuda yang terlibat. Penanganan dilakukan secara humanis untuk mencegah konflik meluas, sekaligus menjaga situasi tetap terkendali tanpa memicu keributan baru yang tidak perlu.
Kepolisian menegaskan bahwa aktivitas yang mengganggu ketertiban umum, terutama pada malam hari, tidak akan ditoleransi. Waktu istirahat warga harus dihormati, apalagi di kawasan permukiman dan rumah kos yang dihuni banyak orang dengan kebutuhan kenyamanan yang sama.
AKP Mulyadi juga mengimbau penghuni kos dan pemuda setempat agar lebih bijak dalam beraktivitas. Ia meminta semua pihak saling menghormati lingkungan sekitar dan menghindari tindakan yang dapat memancing kegaduhan. Boleh seru-seruan, tetapi jangan sampai tetangga ikut “konser gratis” tanpa undangan.
Selain itu, ia mengapresiasi warga yang segera melaporkan kejadian tersebut melalui layanan darurat. Menurutnya, pelibatan masyarakat sangat penting dalam menjaga keamanan lingkungan. Ketika laporan datang cepat, aparat pun dapat bergerak lebih sigap sebelum masalah berubah menjadi lebih serius.
Call Center 110 kembali ditegaskan sebagai layanan yang siaga 24 jam untuk menerima laporan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. Polisi mendorong warga agar tidak ragu menggunakan fasilitas itu bila menemukan situasi yang berpotensi meresahkan di lingkungan masing-masing.
Setelah penanganan dilakukan, situasi di lokasi dilaporkan kembali aman dan kondusif. Polisi juga meminta pemilik rumah kos meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas penghuninya agar kejadian serupa tidak terulang. Langkah pencegahan ini dianggap penting supaya suasana lingkungan tetap tenang, terutama pada malam hari.






