Pramono Minta Jalan Berlubang Segera Ditangani, Soroti Risiko Korban Saat Musim Hujan

Avatar photo

- Penulis Berita

Senin, 9 Februari 2026 - 13:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo meminta penanganan jalan berlubang terus dipercepat agar tidak kembali memakan korban, terutama saat intensitas hujan masih tinggi. Ia menilai perbaikan tidak bisa menunggu cuaca benar-benar berhenti, karena kondisi lapangan menunjukkan lubang jalan muncul dan membesar dalam waktu cepat ketika permukaan aspal terus terpapar air dan beban kendaraan.

Dalam keterangannya di Jakarta Timur pada Senin, Pramono menyampaikan bahwa ia telah meminta dinas terkait untuk menutup lubang-lubang yang terdeteksi. Menurutnya, perbaikan sementara maupun penambalan harus tetap dilakukan sebagai langkah mitigasi, mengingat risiko paling besar sering menimpa pengendara sepeda motor yang mudah kehilangan kendali ketika melindas permukaan tidak rata.

Meski demikian, Pramono juga menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat jika setelah ditangani, sebagian ruas kembali terbuka ketika hujan deras turun. Ia mengakui ada keterbatasan teknis, karena kondisi basah dan genangan membuat tambalan lebih mudah terkelupas. Pernyataan itu selaras dengan penjelasan pihak Bina Marga yang menyebut hingga kini belum ada jenis aspal yang benar-benar kebal terhadap kombinasi hujan, genangan, dan tekanan kendaraan yang tinggi.

Isu jalan berlubang mengemuka setelah adanya peristiwa kecelakaan di Jalan Matraman Raya, Jakarta Timur, yang dikaitkan dengan kondisi jalan rusak. Insiden tersebut terjadi pada pagi hari saat arus lalu lintas relatif sepi. Warga sekitar menilai kerusakan jalan di lokasi sudah berlangsung lama dan sering ditambal tanpa perbaikan menyeluruh, sehingga permukaannya tetap tidak rata dan berbahaya, terutama ketika penerangan belum optimal atau ketika pengendara menghindari genangan.

Permintaan percepatan perbaikan ini sekaligus menjadi sorotan soal pola pemeliharaan jalan. Penambalan cepat memang penting untuk menutup risiko harian, tetapi titik-titik rawan yang berulang biasanya memerlukan penanganan yang lebih permanen, mulai dari perbaikan struktur hingga perbaikan drainase agar air tidak menggerus lapisan jalan dari bawah. Dalam situasi musim hujan, pendekatan ganda—tindakan cepat di lapangan dan perbaikan menyeluruh di ruas prioritas—dipandang sebagai cara paling realistis untuk menekan risiko kecelakaan dan memastikan mobilitas warga tetap aman.

Berita Terkait

DPRD Depok Susun Pokok Pikiran 2027 dari Tata Kelola hingga Banjir
Bojonegoro Perkuat Deteksi Dini TBC demi Mengejar Target Eliminasi 2030
Silaturahmi Idulfitri SMKN 1 Warungasem Hadirkan Guru Pendiri Sekolah
Empat Perahu Baru Dorong Tradisi Lomba Dayung Lebaran di Batang
Sidak Farhan di Tiga Kecamatan Tekankan ASN Aceh Besar Wajib Disiplin
Staf Ahli Bupati Aceh Besar Keliling Kecamatan Awasi Disiplin Pegawai
986 Mahasiswa Poltekkes Siap Perkuat Program Kesehatan Desa di Lampung Selatan
Sekda Aceh Besar Pastikan Tambahan TKD Pascabencana Tepat Sasaran dan Transparan

Berita Terkait

Sabtu, 28 Maret 2026 - 09:06 WIB

DPRD Depok Susun Pokok Pikiran 2027 dari Tata Kelola hingga Banjir

Sabtu, 28 Maret 2026 - 09:06 WIB

Bojonegoro Perkuat Deteksi Dini TBC demi Mengejar Target Eliminasi 2030

Sabtu, 28 Maret 2026 - 09:06 WIB

Silaturahmi Idulfitri SMKN 1 Warungasem Hadirkan Guru Pendiri Sekolah

Sabtu, 28 Maret 2026 - 09:06 WIB

Empat Perahu Baru Dorong Tradisi Lomba Dayung Lebaran di Batang

Kamis, 26 Maret 2026 - 19:11 WIB

Staf Ahli Bupati Aceh Besar Keliling Kecamatan Awasi Disiplin Pegawai

Berita Terbaru