Suasana Ramadan di wilayah barat Kota Depok, khususnya Kecamatan Sawangan, disebut berjalan lebih tenang dibanding tahun-tahun sebelumnya. Camat Sawangan Anwar Nasihin menyampaikan bahwa sejauh ini pihaknya belum menemukan kasus kenakalan remaja berupa tawuran yang biasanya muncul menjelang waktu sahur.
Pernyataan tersebut disampaikan saat kegiatan Tarawih Keliling (Tarling) tingkat Kota Depok di Masjid Baiturrahman, Kelurahan Bedahan, Selasa (10/3/2026). Anwar menilai situasi kondusif itu menjadi kabar baik karena tren tawuran sahur kerap berulang tiap Ramadan.
Menurut Anwar, kondisi yang aman bukan terjadi secara kebetulan. Ia menyebut ada kerja bersama yang konsisten di tingkat kelurahan, terutama peran pengurus lingkungan, warga, dan aparat dalam menjaga ritme keamanan harian.
Ia menyoroti sinergi tiga pilar serta keterlibatan RT dan RW yang aktif. Pola pencegahan dilakukan dengan komunikasi cepat ketika ada potensi kerumunan anak muda, pengawasan lingkungan, hingga penguatan imbauan keluarga agar aktivitas malam tetap terkontrol.
“Semua ini berkat peran ketua RW, ketua RT, serta aparat kepolisian yang bersama-sama menjaga suasana Ramadan sehingga tetap aman dan kondusif,” ujar Anwar dalam kesempatan tersebut.
Di sisi lain, Anwar menegaskan peran orang tua tidak boleh pasif. Ketika pengawasan keluarga melemah, ruang kosong itu sering diisi oleh ajakan yang keliru. Karena itu, ia meminta para orang tua memperkuat kontrol dan komunikasi, terutama pada jam rawan menjelang sahur.
Ia juga mengajak warga menjaga suasana baik ini agar tidak hanya bertahan selama Ramadan. Menurutnya, keamanan lingkungan adalah kebiasaan kolektif yang harus dipelihara setiap hari, bukan hanya saat momen keagamaan.
Dalam konteks kamtibmas, kondisi kondusif membuat warga lebih nyaman beribadah, beraktivitas, dan menjalankan tradisi Ramadan. Tarawih, tadarus, hingga kegiatan sosial bisa berlangsung tanpa dihantui kekhawatiran adanya keributan malam hari.
Anwar berharap kolaborasi yang sudah berjalan dapat terus dijaga dengan pendekatan yang lebih persuasif. Jika ada anak yang mulai “melenceng”, ia mendorong langkah pembinaan sedini mungkin, bukan menunggu sampai masalah meledak menjadi konflik terbuka.
Pesan penutupnya sederhana: jaga kampung, jaga anak-anak. Karena keamanan lingkungan tidak lahir dari sirene—melainkan dari tetangga yang saling peduli dan orang tua yang tidak menyerahkan pengasuhan pada “jam malam”.






