RSUD Padangan Percepat Layanan Lewat Rajal Cermat Plus, Waktu Tunggu Turun dari 5 Jam jadi 2 Jam

Avatar photo

- Penulis Berita

Kamis, 12 Februari 2026 - 11:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RSUD Padangan Bojonegoro

RSUD Padangan Bojonegoro

RSUD Padangan, Bojonegoro, menggenjot transformasi digital untuk memperkuat pelayanan prima. Fokus utamanya adalah memangkas waktu tunggu pasien rawat jalan dan membangun sistem layanan yang lebih rapi, transparan, serta mudah diakses masyarakat.

Salah satu langkah yang disorot ialah peluncuran inovasi Rajal Cermat Plus (Rawat Jalan Cepat, Ringkas, dan Tepat Plus pemisahan depo farmasi rawat jalan dan rawat inap). Inovasi ini dinilai berdampak langsung pada pengalaman pasien, terutama dari sisi antrean dan kecepatan proses.

Waktu tunggu dipangkas drastis

Sebelum program berjalan, rata-rata waktu yang dihabiskan pasien dari pendaftaran hingga menerima obat mencapai 5 jam 32 menit. Setelah sistem terintegrasi secara digital, durasi itu turun menjadi sekitar 2 jam 11 menit.

Direktur RSUD Padangan, dr. Ratih Wulandari, menyampaikan percepatan ini ditopang oleh integrasi layanan digital dari hulu ke hilir.

“Fokus kami adalah memberikan pelayanan yang cepat dan tepat. Melalui Rajal Cermat Plus, kami menggabungkan pendaftaran online, rekam medis elektronik yang paperless, hingga resep elektronik,” kata dr. Ratih.

Fitur layanan yang dirasakan pasien

  • Daftar dari rumah: pendaftaran dapat dilakukan secara online sehingga mengurangi antrean awal.
  • Datang mendekati jadwal dokter: pasien bisa menyesuaikan waktu kedatangan sehingga tidak terlalu lama menunggu di ruang tunggu.
  • Koordinasi antarunit lebih cepat: rekam medis elektronik memperlancar proses dari poli hingga farmasi.
  • Depo farmasi dipisah: pemisahan layanan obat rawat jalan dan rawat inap membantu mengurai kepadatan.

Zona Integritas dan kanal pelaporan digital

Transformasi layanan juga dibarengi pembangunan Zona Integritas (ZI) untuk memperkuat budaya kerja bersih dan transparan. Seluruh staf menandatangani Pakta Integritas dan mengadopsi budaya kerja SIGAP (Siap dan Tanggap).

Untuk mendorong akuntabilitas, RSUD Padangan menyediakan kanal pelaporan digital, termasuk:

  1. Barcode PPgrat untuk pelaporan gratifikasi
  2. Whistleblowing System dengan perlindungan identitas pelapor

Setelah meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), RSUD Padangan menargetkan capaian lebih tinggi, yakni Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Pihak rumah sakit menegaskan komitmennya untuk menghadirkan layanan yang cepat, ramah, profesional, dan bebas pungutan liar.

Berita Terkait

DPRD Depok Susun Pokok Pikiran 2027 dari Tata Kelola hingga Banjir
Bojonegoro Perkuat Deteksi Dini TBC demi Mengejar Target Eliminasi 2030
Silaturahmi Idulfitri SMKN 1 Warungasem Hadirkan Guru Pendiri Sekolah
Empat Perahu Baru Dorong Tradisi Lomba Dayung Lebaran di Batang
Sidak Farhan di Tiga Kecamatan Tekankan ASN Aceh Besar Wajib Disiplin
Staf Ahli Bupati Aceh Besar Keliling Kecamatan Awasi Disiplin Pegawai
986 Mahasiswa Poltekkes Siap Perkuat Program Kesehatan Desa di Lampung Selatan
Sekda Aceh Besar Pastikan Tambahan TKD Pascabencana Tepat Sasaran dan Transparan

Berita Terkait

Sabtu, 28 Maret 2026 - 09:06 WIB

DPRD Depok Susun Pokok Pikiran 2027 dari Tata Kelola hingga Banjir

Sabtu, 28 Maret 2026 - 09:06 WIB

Bojonegoro Perkuat Deteksi Dini TBC demi Mengejar Target Eliminasi 2030

Sabtu, 28 Maret 2026 - 09:06 WIB

Silaturahmi Idulfitri SMKN 1 Warungasem Hadirkan Guru Pendiri Sekolah

Sabtu, 28 Maret 2026 - 09:06 WIB

Empat Perahu Baru Dorong Tradisi Lomba Dayung Lebaran di Batang

Kamis, 26 Maret 2026 - 19:11 WIB

Staf Ahli Bupati Aceh Besar Keliling Kecamatan Awasi Disiplin Pegawai

Berita Terbaru