RSUD Padangan, Bojonegoro, menggenjot transformasi digital untuk memperkuat pelayanan prima. Fokus utamanya adalah memangkas waktu tunggu pasien rawat jalan dan membangun sistem layanan yang lebih rapi, transparan, serta mudah diakses masyarakat.
Salah satu langkah yang disorot ialah peluncuran inovasi Rajal Cermat Plus (Rawat Jalan Cepat, Ringkas, dan Tepat Plus pemisahan depo farmasi rawat jalan dan rawat inap). Inovasi ini dinilai berdampak langsung pada pengalaman pasien, terutama dari sisi antrean dan kecepatan proses.
Waktu tunggu dipangkas drastis
Sebelum program berjalan, rata-rata waktu yang dihabiskan pasien dari pendaftaran hingga menerima obat mencapai 5 jam 32 menit. Setelah sistem terintegrasi secara digital, durasi itu turun menjadi sekitar 2 jam 11 menit.
Direktur RSUD Padangan, dr. Ratih Wulandari, menyampaikan percepatan ini ditopang oleh integrasi layanan digital dari hulu ke hilir.
“Fokus kami adalah memberikan pelayanan yang cepat dan tepat. Melalui Rajal Cermat Plus, kami menggabungkan pendaftaran online, rekam medis elektronik yang paperless, hingga resep elektronik,” kata dr. Ratih.
Fitur layanan yang dirasakan pasien
- Daftar dari rumah: pendaftaran dapat dilakukan secara online sehingga mengurangi antrean awal.
- Datang mendekati jadwal dokter: pasien bisa menyesuaikan waktu kedatangan sehingga tidak terlalu lama menunggu di ruang tunggu.
- Koordinasi antarunit lebih cepat: rekam medis elektronik memperlancar proses dari poli hingga farmasi.
- Depo farmasi dipisah: pemisahan layanan obat rawat jalan dan rawat inap membantu mengurai kepadatan.
Zona Integritas dan kanal pelaporan digital
Transformasi layanan juga dibarengi pembangunan Zona Integritas (ZI) untuk memperkuat budaya kerja bersih dan transparan. Seluruh staf menandatangani Pakta Integritas dan mengadopsi budaya kerja SIGAP (Siap dan Tanggap).
Untuk mendorong akuntabilitas, RSUD Padangan menyediakan kanal pelaporan digital, termasuk:
- Barcode PPgrat untuk pelaporan gratifikasi
- Whistleblowing System dengan perlindungan identitas pelapor
Setelah meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), RSUD Padangan menargetkan capaian lebih tinggi, yakni Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Pihak rumah sakit menegaskan komitmennya untuk menghadirkan layanan yang cepat, ramah, profesional, dan bebas pungutan liar.






