Satgas Yonif 511/DY menggelar bakti sosial dengan menyalurkan 100 paket sembako kepada warga Distrik Pirime, Kabupaten Lanny Jaya, Papua Tengah. Kegiatan yang berlangsung pada Minggu, 22 Maret 2026, itu menjadi bagian dari upaya membantu masyarakat yang menghadapi keterbatasan akses kebutuhan pokok.
Bantuan diberikan langsung oleh personel satgas kepada warga yang dinilai membutuhkan. Pola pembagian dilakukan secara humanis, dengan pendekatan yang mengutamakan kedekatan dan komunikasi hangat antara aparat dan masyarakat setempat. Suasananya bukan sekadar serah terima paket, tetapi juga momen membangun hubungan sosial.
Di wilayah penugasan seperti Pirime, persoalan kebutuhan sehari-hari sering kali menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, kehadiran bantuan sembako dinilai cukup berarti bagi warga. Antusiasme masyarakat terlihat selama kegiatan berlangsung, terutama karena bantuan datang pada saat mereka memang membutuhkan dukungan nyata.
Danpos Pirime, Letda Inf Wahyudin, mengatakan bahwa aksi sosial tersebut merupakan bagian dari kepedulian TNI terhadap masyarakat. Menurutnya, kehadiran prajurit di daerah penugasan bukan hanya berkaitan dengan aspek keamanan, tetapi juga tentang bagaimana memberi manfaat langsung bagi kehidupan warga.
Ia menegaskan, bantuan ini diharapkan dapat sedikit meringankan beban masyarakat. Pernyataan itu juga menegaskan bahwa tugas aparat di lapangan tidak semata menjaga situasi tetap aman, melainkan ikut membantu menjawab kebutuhan dasar warga yang hidup dalam kondisi serba terbatas.
Selain membagikan sembako, personel satgas juga berinteraksi dengan warga. Mereka mendengarkan keluhan, berbincang mengenai kondisi sehari-hari, hingga memberikan semangat agar masyarakat tetap optimistis menjalani aktivitas. Sentuhan seperti ini sering tampak sederhana, padahal efeknya bisa besar bagi kedekatan sosial.
Kegiatan sosial semacam ini punya makna ganda. Di satu sisi, bantuan memenuhi kebutuhan praktis. Di sisi lain, kegiatan ini memperkuat hubungan antara TNI dan masyarakat. Kadang yang dibutuhkan warga bukan hanya beras dan minyak, tetapi juga rasa bahwa mereka tidak sendirian menghadapi keadaan.
Distribusi 100 paket sembako di Distrik Pirime menjadi gambaran bahwa pendekatan keamanan dan kemanusiaan dapat berjalan beriringan. Ketika aparat hadir dengan empati, kepercayaan warga juga cenderung tumbuh lebih kuat. Itu penting, terutama di wilayah yang membutuhkan dukungan berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, Satgas Yonif 511/DY menunjukkan bahwa pengabdian di daerah penugasan dapat diwujudkan dalam langkah-langkah sederhana namun berdampak. Bagi warga Pirime, bantuan tersebut bukan hanya soal isi paket, melainkan juga pesan bahwa negara hadir dan peduli pada keseharian mereka.






