Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat menyiapkan pengamanan khusus menjelang malam takbiran dengan menurunkan 96 personel Satuan Polisi Pamong Praja di kawasan Kota Tua, Taman Sari. Langkah ini dilakukan karena wilayah tersebut diperkirakan menjadi salah satu titik yang paling ramai didatangi warga saat menyambut Idulfitri.
Kepala Satpol PP Jakarta Barat, Herry Purnama, menjelaskan bahwa puluhan petugas itu tidak hanya ditempatkan di satu lokasi. Mereka disebar ke berbagai titik strategis, termasuk persimpangan jalan yang berpotensi dilalui rombongan takbir keliling, serta jalur yang diperkirakan dipadati pengunjung hingga larut malam.
Skema penjagaan juga tidak bersifat statis. Selain petugas yang berjaga di pos atau titik tertentu, Satpol PP menyiapkan personel bergerak yang berkeliling untuk memantau situasi. Pola ini dinilai penting agar potensi gangguan ketertiban bisa direspons lebih cepat, terutama ketika arus warga berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain.
Menurut Herry, kawasan Kota Tua memang memiliki daya tarik tersendiri setiap malam takbiran. Dari seluruh kecamatan di Jakarta Barat, area Taman Sari disebut sebagai lokasi yang paling mungkin dipadati warga, baik untuk sekadar melintas maupun berkumpul menikmati suasana malam menjelang hari raya.
Karena alasan itu, pengamanan di Kota Tua mendapat perhatian khusus. Kehadiran Satpol PP diharapkan mampu menjaga kenyamanan masyarakat tanpa mengurangi semarak malam takbir. Ibarat wasit yang tidak ikut main bola, tugas petugas adalah memastikan permainan tetap tertib, bukan merebut sorotan.
Di luar kawasan Kota Tua, Satpol PP Jakarta Barat juga menyiapkan 312 personel tambahan untuk mendukung pengamanan di sejumlah titik rawan keramaian pada delapan kecamatan. Penempatan ini dilakukan untuk mengantisipasi konsentrasi massa, kepadatan lalu lintas, hingga potensi gangguan ketertiban umum di wilayah lain.
Tidak berhenti pada malam takbiran, pengamanan berlanjut saat hari raya Idulfitri. Sebanyak 73 personel kembali disiapkan untuk berjaga di kantor wali kota, lokasi salat Id, dan sejumlah area strategis lain yang berpotensi dipadati masyarakat. Artinya, pengawalan dilakukan berlapis agar suasana lebaran tetap aman dan kondusif.
Herry berharap perayaan malam takbir dan Idulfitri tahun ini bisa berlangsung tertib, nyaman, dan tanpa gangguan berarti. Ia juga mengajak masyarakat ikut menjaga suasana kondusif dengan tetap tertib di jalan, tidak memicu kerumunan berlebihan, serta menghormati pengguna ruang publik lainnya.
Dengan kombinasi penjagaan tetap dan patroli mobile, Satpol PP Jakarta Barat menargetkan suasana malam kemenangan dapat dirasakan warga secara aman. Fokus utamanya bukan sekadar menempatkan banyak personel, melainkan memastikan setiap titik keramaian tetap terkendali hingga dini hari.






