Pemerintah Kabupaten Sumedang menyiapkan langkah pencegahan untuk menjaga keselamatan perjalanan masyarakat selama arus mudik dan balik Lebaran 2026. Salah satu kebijakan yang ditekankan adalah pemeriksaan kesehatan dan tes urine bagi para sopir angkutan umum yang beroperasi di wilayah Sumedang. Langkah ini dipandang penting agar pengemudi yang membawa penumpang benar-benar berada dalam kondisi prima.
Kebijakan tersebut disampaikan Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir saat memimpin rapat koordinasi Forkopimda dan High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah menjelang Idulfitri 1447 H. Dalam forum itu, ia menegaskan bahwa keselamatan warga yang hendak mudik harus ditempatkan sebagai prioritas utama, termasuk dari sisi kesiapan fisik dan mental para pengemudi.
Dony menginstruksikan Dinas Perhubungan untuk berkoordinasi dengan Badan Narkotika Nasional agar pemeriksaan bisa segera dilakukan. Menurutnya, tes urine dan pemeriksaan kesehatan bukan formalitas musiman, melainkan bentuk perlindungan nyata bagi penumpang. Sopir yang sehat, bugar, dan bebas narkoba tentu memberi jaminan perjalanan yang jauh lebih aman dibanding sekadar berharap semuanya baik-baik saja.
Ia juga menilai peningkatan mobilitas selama mudik membawa konsekuensi serius terhadap risiko kecelakaan lalu lintas. Karena itu, pengawasan tidak bisa hanya berfokus pada kendaraan dan kondisi jalan, tetapi juga pada orang yang memegang kemudi. Dalam situasi padat penumpang dan perjalanan jauh, sedikit gangguan konsentrasi saja bisa berujung fatal.
Pemeriksaan direncanakan menjangkau sejumlah titik strategis seperti terminal, pool angkutan, dan jalur utama yang biasa dilalui kendaraan umum. Skema ini dimaksudkan agar pengawasan tidak bersifat terbatas di satu lokasi saja, melainkan menyentuh titik-titik operasional yang benar-benar ramai digunakan selama musim mudik Lebaran.
Bupati Dony berharap melalui kegiatan tersebut para sopir semakin disiplin menjaga kesehatan dan mematuhi aturan yang berlaku. Ia menekankan bahwa keselamatan perjalanan bukan hanya urusan pemerintah, tetapi juga tanggung jawab pengemudi sebagai pihak yang mengantar penumpang ke tujuan. Kalau badan sopir tumbang atau pikirannya tidak fokus, penumpang jelas ikut deg-degan sebelum sampai terminal.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sumedang Herman Suwandi menyatakan pihaknya akan segera menindaklanjuti arahan tersebut. Koordinasi dengan BNN dan instansi lain akan dilakukan untuk menyusun teknis pelaksanaan pemeriksaan kesehatan serta tes urine bagi para pengemudi angkutan umum yang aktif beroperasi di daerah itu.
Program ini menjadi bagian dari komitmen Pemkab Sumedang dalam menghadirkan layanan transportasi yang aman dan berkualitas menjelang Lebaran. Dengan pemeriksaan yang lebih ketat terhadap kondisi pengemudi, pemerintah berharap perjalanan mudik masyarakat bisa berlangsung lebih nyaman, tertib, dan selamat hingga tujuan akhir.






