TikTok Tegaskan DM Tanpa Enkripsi End-to-End, Ini Alasan Keamanannya

Avatar photo

- Penulis Berita

Minggu, 8 Maret 2026 - 10:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TikTok

TikTok

Di era ketika banyak aplikasi perpesanan berlomba-lomba menawarkan enkripsi end-to-end, TikTok justru mengambil jalur berbeda. Platform milik ByteDance itu menegaskan pesan pribadi (direct message/DM) di aplikasinya tidak akan mendapatkan enkripsi end-to-end.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah TikTok dimintai klarifikasi oleh BBC. Jawabannya tegas: perusahaan tidak berniat mengintegrasikan enkripsi end-to-end pada fitur pesan langsung, sehingga pesan tidak sepenuhnya “terkunci” dari akses pihak internal platform.

Keputusan ini membuat TikTok berada di posisi yang berbeda dari sejumlah layanan besar seperti iMessage, WhatsApp, dan beberapa opsi lain yang menekankan bahwa bahkan penyedia layanan pun tidak dapat membaca isi pesan pengguna.

TikTok menjelaskan alasan utamanya terkait perlindungan pengguna, terutama kelompok usia muda. Dalam forum yang membahas keamanan di kantor TikTok London, pihak perusahaan menyampaikan bahwa mereka perlu kemampuan untuk melakukan intervensi cepat ketika ada perilaku berbahaya atau laporan yang melibatkan anak di bawah umur.

Logikanya, enkripsi end-to-end dapat membatasi akses tim moderasi atau, dalam situasi tertentu, aparat penegak hukum, untuk meninjau konten yang dilaporkan bermasalah. Di sinilah perdebatan muncul: bagaimana menyeimbangkan kebutuhan pengawasan demi keamanan dengan hak kerahasiaan komunikasi.

Meski tanpa enkripsi end-to-end, TikTok menyebut DM tetap dilindungi oleh “enkripsi standar”. Artinya, akses terhadap konten pesan tidak terbuka bebas, namun masih memungkinkan bagi karyawan tertentu yang berwenang untuk melihat isi pesan dalam konteks laporan, permintaan formal, atau kebutuhan penegakan kebijakan.

Posisi ini mengundang kekhawatiran sebagian pengguna yang menginginkan kerahasiaan absolut. Bagi kelompok ini, pesan yang tidak terenkripsi end-to-end dianggap punya risiko lebih tinggi, karena ada lapisan akses internal yang secara prinsip tidak ada pada sistem end-to-end.

Dalam penjelasan yang beredar, TikTok juga menyebut alternatif bagi pengguna yang memprioritaskan enkripsi end-to-end. Beberapa aplikasi yang sering dirujuk untuk komunikasi terenkripsi mencakup iMessage, Google Messages (dengan pengaturan tertentu), Signal, Telegram (pada mode tertentu), dan WhatsApp.

Ada catatan tambahan terkait konteks Amerika Serikat. TikTok memiliki entitas operasional khusus yang kerap disebut TikTok USDS Joint Venture, setelah pengaturan bisnis yang melibatkan konsorsium dipimpin Oracle. Namun sampai saat ini belum ada sinyal bahwa kebijakan enkripsi DM akan berbeda untuk sisi AS.

Pada akhirnya, keputusan TikTok ini menempatkan pengguna pada pilihan yang sangat praktis: jika DM dipakai untuk ngobrol santai, mungkin terasa “cukup aman”; tetapi jika dipakai untuk percakapan sensitif, pengguna perlu mempertimbangkan kanal komunikasi lain. Singkatnya, DM TikTok bukan brankas—lebih mirip laci berkunci yang kuncinya tidak cuma satu.

Berita Terkait

Leica dan Xiaomi Hadirkan Ponsel Kamera dengan Kontrol Manual Lebih Serius
Galaxy A37 dan A57 Gandeng WEBTOON untuk Rebut Perhatian Gen Z
Samsung Galaxy Z Fold 8 Dirumorkan Bawa Pengisian Lebih Ngebut
Korea Selatan Uji Registrasi SIM dengan Verifikasi Wajah hingga Juni
Meta Dorong AI Gantikan Banyak Moderator Manusia di Platformnya
Malware Mobile Banking Meningkat, Laporan Soroti Ledakan Penipuan Android Tahun 2026
Google Maps Hadirkan Navigasi 3D yang Lebih Cerdas untuk Pengemudi
Perplexity Kenalkan Komputer AI Lokal Tanpa Bergantung pada Cloud

Berita Terkait

Sabtu, 28 Maret 2026 - 09:06 WIB

Leica dan Xiaomi Hadirkan Ponsel Kamera dengan Kontrol Manual Lebih Serius

Kamis, 26 Maret 2026 - 19:11 WIB

Galaxy A37 dan A57 Gandeng WEBTOON untuk Rebut Perhatian Gen Z

Selasa, 24 Maret 2026 - 11:47 WIB

Samsung Galaxy Z Fold 8 Dirumorkan Bawa Pengisian Lebih Ngebut

Selasa, 24 Maret 2026 - 11:46 WIB

Korea Selatan Uji Registrasi SIM dengan Verifikasi Wajah hingga Juni

Minggu, 22 Maret 2026 - 12:32 WIB

Meta Dorong AI Gantikan Banyak Moderator Manusia di Platformnya

Berita Terbaru